Saham penambang anjlok 13% dalam semalam. Aksi jual terburuk Wall Street kali ini ternyata bukan menghantam Bitcoin 🦖
💬 群里一起聊行情
Saham AS mengalami aksi jual harian terburuk sejak 29 Juli pada Rabu. S&P 500 turun 1,1%, Nasdaq turun 1,9%. Dari 23 saham infrastruktur AI, 21 ditutup melemah dengan penurunan rata-rata 7,46%. Bahkan para penambang Bitcoin yang telah beralih ke bisnis pusat data AI ikut babak belur.
TeraWulf anjlok 12,64% dalam sehari, Core Scientific turun 12,44%, Cipher Mining turun 12,35%, dan IREN turun 12,2%. Keempatnya kompak merosot lebih dari 12%. Riot, Bitdeer, MARA, dan CleanSpark juga ikut melemah. Pemicunya adalah data CPI AS bulan September yang dirilis hari itu: inflasi tahunan mencapai 3,7%, di atas perkiraan 3,6% dan jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2%. Salah satu faktor utamanya adalah kenaikan harga bensin akibat konflik di Timur Tengah.
Bagian yang paling mencolok adalah ini: yang anjlok paling dalam hari itu sebenarnya bukan Bitcoin, melainkan saham infrastruktur AI. CoreWeave turun 16%, Nebius turun 11%, dan Oracle turun 9%. Para penambang hanya ikut terseret.
Alasannya mudah dipahami. Begitu ekspektasi kenaikan suku bunga muncul, biaya pendanaan perusahaan pusat data yang berekspansi dengan utang langsung dinilai ulang. Dalam beberapa tahun terakhir, para penambang mengubah sebagian besar kapasitas komputasinya menjadi pusat data AI. Artinya, mereka masuk ke keranjang valuasi yang sama. Kini pasar tidak lagi menilai mereka berdasarkan pendapatan dari penambangan, melainkan menghitung ulang valuasi mereka dengan logika saham infrastruktur AI berleverage tinggi ⚠️
Lalu, soal suku bunga. Setelah data dirilis, probabilitas tersirat kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober sempat menembus 50%, sebelum kembali turun. Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, menyatakan hari itu bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan, tetapi tidak perlu terburu-buru bulan ini. Pernyataan itu meredam skenario terburuk untuk sementara 📉
Menurut saya, ini contoh klasik saham yang dihukum terlalu keras, ditambah aksi jual berantai. Bitcoin turun kurang dari 2% hari itu, sementara saham penambang merosot dua digit. Ini menunjukkan bahwa yang dijual pasar saat ini bukan narasi Bitcoin, melainkan leverage dan biaya pendanaan. Begitu ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, saham-saham yang jatuh paling dalam sering kali juga menjadi yang paling cepat memantul 📈
Tentu saja, tetap perlu waspada. Laporan keuangan para penambang semakin bergantung pada kontrak sewa AI, bukan pada penambangan itu sendiri. Ke depannya, korelasi bisnis ini dengan harga Bitcoin hanya akan semakin lemah. Jika ingin mengikuti peluang ini, yang perlu dicermati adalah harga listrik, jadwal jatuh tempo utang, dan pesanan AI—bukan tingkat kesulitan penambangan.
Menurutmu, apakah saham penambang kali ini dihukum terlalu keras, atau valuasinya memang sudah waktunya terkoreksi? Yuk, diskusi di kolom komentar.
Setiap hari, saya mengajakmu mengikuti isu terkini seputar Bitcoin dan pasar kripto. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
💬 群里一起聊行情
Saham AS mengalami aksi jual harian terburuk sejak 29 Juli pada Rabu. S&P 500 turun 1,1%, Nasdaq turun 1,9%. Dari 23 saham infrastruktur AI, 21 ditutup melemah dengan penurunan rata-rata 7,46%. Bahkan para penambang Bitcoin yang telah beralih ke bisnis pusat data AI ikut babak belur.
TeraWulf anjlok 12,64% dalam sehari, Core Scientific turun 12,44%, Cipher Mining turun 12,35%, dan IREN turun 12,2%. Keempatnya kompak merosot lebih dari 12%. Riot, Bitdeer, MARA, dan CleanSpark juga ikut melemah. Pemicunya adalah data CPI AS bulan September yang dirilis hari itu: inflasi tahunan mencapai 3,7%, di atas perkiraan 3,6% dan jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2%. Salah satu faktor utamanya adalah kenaikan harga bensin akibat konflik di Timur Tengah.
Bagian yang paling mencolok adalah ini: yang anjlok paling dalam hari itu sebenarnya bukan Bitcoin, melainkan saham infrastruktur AI. CoreWeave turun 16%, Nebius turun 11%, dan Oracle turun 9%. Para penambang hanya ikut terseret.
Alasannya mudah dipahami. Begitu ekspektasi kenaikan suku bunga muncul, biaya pendanaan perusahaan pusat data yang berekspansi dengan utang langsung dinilai ulang. Dalam beberapa tahun terakhir, para penambang mengubah sebagian besar kapasitas komputasinya menjadi pusat data AI. Artinya, mereka masuk ke keranjang valuasi yang sama. Kini pasar tidak lagi menilai mereka berdasarkan pendapatan dari penambangan, melainkan menghitung ulang valuasi mereka dengan logika saham infrastruktur AI berleverage tinggi ⚠️
Lalu, soal suku bunga. Setelah data dirilis, probabilitas tersirat kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober sempat menembus 50%, sebelum kembali turun. Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, menyatakan hari itu bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan, tetapi tidak perlu terburu-buru bulan ini. Pernyataan itu meredam skenario terburuk untuk sementara 📉
Menurut saya, ini contoh klasik saham yang dihukum terlalu keras, ditambah aksi jual berantai. Bitcoin turun kurang dari 2% hari itu, sementara saham penambang merosot dua digit. Ini menunjukkan bahwa yang dijual pasar saat ini bukan narasi Bitcoin, melainkan leverage dan biaya pendanaan. Begitu ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, saham-saham yang jatuh paling dalam sering kali juga menjadi yang paling cepat memantul 📈
Tentu saja, tetap perlu waspada. Laporan keuangan para penambang semakin bergantung pada kontrak sewa AI, bukan pada penambangan itu sendiri. Ke depannya, korelasi bisnis ini dengan harga Bitcoin hanya akan semakin lemah. Jika ingin mengikuti peluang ini, yang perlu dicermati adalah harga listrik, jadwal jatuh tempo utang, dan pesanan AI—bukan tingkat kesulitan penambangan.
Menurutmu, apakah saham penambang kali ini dihukum terlalu keras, atau valuasinya memang sudah waktunya terkoreksi? Yuk, diskusi di kolom komentar.
Setiap hari, saya mengajakmu mengikuti isu terkini seputar Bitcoin dan pasar kripto. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀