#以太坊跌破2500美元
Ethereum turun menembus 2.500 dolar AS, setelah 10 hari berturut-turut naik, dana yang baru kembali pun tak mampu menahan harganya 🦖
💥 ⏰ 消息群里第一时间说
Dini hari 15 Oktober, Ethereum diperdagangkan di 2.428 dolar AS, turun 2,83% dalam 24 jam. Batas 2.500 dolar AS resmi jebol. Pada saat yang sama, Bitcoin turun ke 81.528 dolar AS, melemah 1,81% dalam 24 jam. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 83.000 trader kripto di seluruh dunia mengalami likuidasi 📉
Pemicu utamanya bukan dari dunia kripto. CPI AS bulan September naik 3,7% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 3,6%. Harga minyak kembali mendorong inflasi naik. Dalam sehari, ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat kebijakan akhir bulan ini melonjak dari 22,1% menjadi 53,7%. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun melesat ke 5,308%, mendekati level tertinggi dalam 24 tahun. Saham AS dan perak sama-sama turun. Kripto tampaknya ikut terseret jatuh.
Kontras paling mencolok terlihat di sini: ETF spot Ethereum baru saja mengakhiri arus keluar bersih selama 10 hari berturut-turut, dengan arus masuk bersih harian sebesar 24,8394 juta dolar AS. Salah satu produk Grayscale ETH saja menyumbang 16,72 juta dolar. Dana baru saja kembali mencatat arus masuk, tetapi harga justru menembus level penting. Ini menunjukkan bahwa penentu harga dalam reli kali ini bukan dana di pasar kripto, melainkan faktor makro 🐋
Dampak sekundernya juga mulai terlihat. Saham-saham AS yang terkait dengan cadangan Ethereum melemah serentak selama perdagangan, dengan SharpLink memimpin penurunan. Bitmine, perusahaan dengan kepemilikan ETH terbesar, kini telah mengumpulkan 6,03 juta ETH, setara sekitar 4,9% dari pasokan yang beredar. Setiap kali harga kripto turun satu tingkat, tekanan terhadap nilai buku dan cerita pendanaan perusahaan-perusahaan ini makin besar. Dalam siklus penurunan, strategi menimbun kripto bergantung pada siapa yang bisa mendapatkan pendanaan lebih murah.
Menurut saya, ini bukan karena fundamental Ethereum memburuk, melainkan karena Ethereum kembali dicap sebagai aset berisiko. Penurunan CPI ini membuat ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menjadi perhatian. Selama harga minyak belum mereda, sulit bagi kripto untuk bergerak sendiri sebelum rapat kebijakan. Yang perlu dicermati sekarang adalah apakah harga bisa kembali menembus 2.500 dalam dua hari setelah menyentuh 2.428. Jika gagal bertahan di atas level itu, area 2.300 menjadi perhatian berikutnya 🦕
Pertanyaannya: menurutmu, penurunan Ethereum kali ini terseret pasar secara keseluruhan atau Ethereum memang lebih dulu melemah? Yuk, bahas di kolom komentar.
Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti kabar terbaru seputar kripto dan makro. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung
Ethereum turun menembus 2.500 dolar AS, setelah 10 hari berturut-turut naik, dana yang baru kembali pun tak mampu menahan harganya 🦖
💥 ⏰ 消息群里第一时间说
Dini hari 15 Oktober, Ethereum diperdagangkan di 2.428 dolar AS, turun 2,83% dalam 24 jam. Batas 2.500 dolar AS resmi jebol. Pada saat yang sama, Bitcoin turun ke 81.528 dolar AS, melemah 1,81% dalam 24 jam. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 83.000 trader kripto di seluruh dunia mengalami likuidasi 📉
Pemicu utamanya bukan dari dunia kripto. CPI AS bulan September naik 3,7% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 3,6%. Harga minyak kembali mendorong inflasi naik. Dalam sehari, ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat kebijakan akhir bulan ini melonjak dari 22,1% menjadi 53,7%. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun melesat ke 5,308%, mendekati level tertinggi dalam 24 tahun. Saham AS dan perak sama-sama turun. Kripto tampaknya ikut terseret jatuh.
Kontras paling mencolok terlihat di sini: ETF spot Ethereum baru saja mengakhiri arus keluar bersih selama 10 hari berturut-turut, dengan arus masuk bersih harian sebesar 24,8394 juta dolar AS. Salah satu produk Grayscale ETH saja menyumbang 16,72 juta dolar. Dana baru saja kembali mencatat arus masuk, tetapi harga justru menembus level penting. Ini menunjukkan bahwa penentu harga dalam reli kali ini bukan dana di pasar kripto, melainkan faktor makro 🐋
Dampak sekundernya juga mulai terlihat. Saham-saham AS yang terkait dengan cadangan Ethereum melemah serentak selama perdagangan, dengan SharpLink memimpin penurunan. Bitmine, perusahaan dengan kepemilikan ETH terbesar, kini telah mengumpulkan 6,03 juta ETH, setara sekitar 4,9% dari pasokan yang beredar. Setiap kali harga kripto turun satu tingkat, tekanan terhadap nilai buku dan cerita pendanaan perusahaan-perusahaan ini makin besar. Dalam siklus penurunan, strategi menimbun kripto bergantung pada siapa yang bisa mendapatkan pendanaan lebih murah.
Menurut saya, ini bukan karena fundamental Ethereum memburuk, melainkan karena Ethereum kembali dicap sebagai aset berisiko. Penurunan CPI ini membuat ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menjadi perhatian. Selama harga minyak belum mereda, sulit bagi kripto untuk bergerak sendiri sebelum rapat kebijakan. Yang perlu dicermati sekarang adalah apakah harga bisa kembali menembus 2.500 dalam dua hari setelah menyentuh 2.428. Jika gagal bertahan di atas level itu, area 2.300 menjadi perhatian berikutnya 🦕
Pertanyaannya: menurutmu, penurunan Ethereum kali ini terseret pasar secara keseluruhan atau Ethereum memang lebih dulu melemah? Yuk, bahas di kolom komentar.
Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti kabar terbaru seputar kripto dan makro. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung