138 juta transaksi kripto, tak satu pun yang membayar adalah manusia 🦖
👉 进群看盘面
Laporan Amerika Utara yang baru dirilis perusahaan data on-chain Chainalysis mengungkap sebuah pasar yang luput dari perhatian banyak orang. Dari tahun lalu hingga kuartal ketiga tahun ini, agen AI menggunakan protokol x402 yang dikembangkan melalui sebuah bursa teregulasi di AS untuk melakukan sendiri lebih dari 138 juta pembayaran di jaringan Base. Mereka membeli data, komputasi, dan akses untuk memanggil model AI berskala besar—semuanya tanpa konfirmasi manusia.
Kontrasnya terlihat pada alamat dompet. Dari pembayaran AI ini, di antara dompet yang asalnya bisa diidentifikasi, 88,1% terkait dengan AS, sedangkan hanya 0,1% terkait dengan Tiongkok—hampir 900 kali lebih sedikit. Penjelasan Eric Jardine, kepala riset Chainalysis, cukup lugas: pengembang Tiongkok lebih suka menggunakan model berbobot terbuka seperti DeepSeek dan Qwen. Jika dijalankan sendiri, mereka tak perlu membayar layanan inferensi untuk setiap permintaan.
Yang lebih ajaib lagi adalah jumlahnya. Lebih dari 87% pembayaran x402 bernilai antara 1 sen dan 10 sen per transaksi, dan kebanyakan bahkan kurang dari 1 sen 💸. Nilai sekecil ini bahkan tak cukup untuk membayar biaya transaksi jaringan kartu kredit konvensional. Hanya stablecoin yang bisa digunakan. Pada Juli tahun ini, x402 memproses sekitar 75 juta transaksi dalam sebulan, tetapi total nilainya hanya 24 juta dolar AS—rata-rata sedikit di atas 30 sen per transaksi.
Penggunaan alamat dompet juga berubah. Di antara dompet yang baru menerima setoran pada kuartal kedua 2026, 89,3% kembali menerima dana tambahan dalam 30 hari. Pada kuartal ketiga 2025, angkanya 70,6%. Waktu dari dompet menerima uang hingga melakukan pembayaran x402 pertamanya juga turun dari rata-rata 73 hari pada akhir 2025 menjadi 18 menit pada kuartal ketiga 2026.
Menurut saya, hal paling berharga dari berita ini bukanlah angka 138 juta, melainkan bahwa untuk pertama kalinya lapisan pembayaran dalam ekonomi AI bisa diukur. Visa, Mastercard, dan Stripe semuanya telah terhubung dengan protokol x402. Ada yang di industri ini memperkirakan bahwa kelak akan ada 100 miliar agen AI yang bertransaksi secara online. Namun, laporan yang sama juga mengingatkan bahwa banyaknya transaksi tidak serta-merta berarti ada permintaan komersial yang nyata. Sejak awal, sudah ada yang mempertanyakan praktik menggelembungkan volume transaksi. Saat ini, pendapatan di sektor ini memang belum benar-benar muncul, tetapi jalur masuknya sudah diperebutkan.
Coba kita terjemahkan: kalangan kripto selalu mencari kelompok pengguna baru berikutnya. Dulu, yang disebut sebagai satu miliar pengguna berikutnya adalah pasar berkembang. Kini, makin banyak orang mengubah pendapat dan mengatakan bahwa satu miliar pengguna berikutnya mungkin adalah agen AI. Mereka tak perlu membuka rekening atau memverifikasi identitas—cukup punya dompet yang bisa menerima stablecoin. Ini jelas menguntungkan stablecoin dan blockchain berbiaya rendah. Namun, bagi perantara yang mengandalkan proses pembukaan rekening oleh manusia, ini seperti tali yang perlahan-lahan makin mencekik.
Pertanyaannya: menurutmu, apakah agen AI yang membelanjakan uang sendiri ini merupakan kebutuhan nyata atau sekadar gelembung narasi baru? Yuk, diskusi di kolom komentar 🔍
Setiap hari, saya mengajakmu mengikuti kabar hangat seputar AI dan kripto. Bukan cuma melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung
👉 进群看盘面
Laporan Amerika Utara yang baru dirilis perusahaan data on-chain Chainalysis mengungkap sebuah pasar yang luput dari perhatian banyak orang. Dari tahun lalu hingga kuartal ketiga tahun ini, agen AI menggunakan protokol x402 yang dikembangkan melalui sebuah bursa teregulasi di AS untuk melakukan sendiri lebih dari 138 juta pembayaran di jaringan Base. Mereka membeli data, komputasi, dan akses untuk memanggil model AI berskala besar—semuanya tanpa konfirmasi manusia.
Kontrasnya terlihat pada alamat dompet. Dari pembayaran AI ini, di antara dompet yang asalnya bisa diidentifikasi, 88,1% terkait dengan AS, sedangkan hanya 0,1% terkait dengan Tiongkok—hampir 900 kali lebih sedikit. Penjelasan Eric Jardine, kepala riset Chainalysis, cukup lugas: pengembang Tiongkok lebih suka menggunakan model berbobot terbuka seperti DeepSeek dan Qwen. Jika dijalankan sendiri, mereka tak perlu membayar layanan inferensi untuk setiap permintaan.
Yang lebih ajaib lagi adalah jumlahnya. Lebih dari 87% pembayaran x402 bernilai antara 1 sen dan 10 sen per transaksi, dan kebanyakan bahkan kurang dari 1 sen 💸. Nilai sekecil ini bahkan tak cukup untuk membayar biaya transaksi jaringan kartu kredit konvensional. Hanya stablecoin yang bisa digunakan. Pada Juli tahun ini, x402 memproses sekitar 75 juta transaksi dalam sebulan, tetapi total nilainya hanya 24 juta dolar AS—rata-rata sedikit di atas 30 sen per transaksi.
Penggunaan alamat dompet juga berubah. Di antara dompet yang baru menerima setoran pada kuartal kedua 2026, 89,3% kembali menerima dana tambahan dalam 30 hari. Pada kuartal ketiga 2025, angkanya 70,6%. Waktu dari dompet menerima uang hingga melakukan pembayaran x402 pertamanya juga turun dari rata-rata 73 hari pada akhir 2025 menjadi 18 menit pada kuartal ketiga 2026.
Menurut saya, hal paling berharga dari berita ini bukanlah angka 138 juta, melainkan bahwa untuk pertama kalinya lapisan pembayaran dalam ekonomi AI bisa diukur. Visa, Mastercard, dan Stripe semuanya telah terhubung dengan protokol x402. Ada yang di industri ini memperkirakan bahwa kelak akan ada 100 miliar agen AI yang bertransaksi secara online. Namun, laporan yang sama juga mengingatkan bahwa banyaknya transaksi tidak serta-merta berarti ada permintaan komersial yang nyata. Sejak awal, sudah ada yang mempertanyakan praktik menggelembungkan volume transaksi. Saat ini, pendapatan di sektor ini memang belum benar-benar muncul, tetapi jalur masuknya sudah diperebutkan.
Coba kita terjemahkan: kalangan kripto selalu mencari kelompok pengguna baru berikutnya. Dulu, yang disebut sebagai satu miliar pengguna berikutnya adalah pasar berkembang. Kini, makin banyak orang mengubah pendapat dan mengatakan bahwa satu miliar pengguna berikutnya mungkin adalah agen AI. Mereka tak perlu membuka rekening atau memverifikasi identitas—cukup punya dompet yang bisa menerima stablecoin. Ini jelas menguntungkan stablecoin dan blockchain berbiaya rendah. Namun, bagi perantara yang mengandalkan proses pembukaan rekening oleh manusia, ini seperti tali yang perlahan-lahan makin mencekik.
Pertanyaannya: menurutmu, apakah agen AI yang membelanjakan uang sendiri ini merupakan kebutuhan nyata atau sekadar gelembung narasi baru? Yuk, diskusi di kolom komentar 🔍
Setiap hari, saya mengajakmu mengikuti kabar hangat seputar AI dan kripto. Bukan cuma melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung