Dompetmu sebenarnya sudah tahu, tapi ini data resminya:

Harga minyak bakar naik 74%. Bensin naik 34%. Kalau kamu memanaskan rumah atau berkendara ke tempat kerja, kamu kena dampak berat.

Sementara itu, “IHK keseluruhan” berada di angka 3,7% — rata-rata yang terlihat bagus, tetapi tak berarti apa-apa kalau kamu benar-benar hidup dalam ekonomi nyata.

Biaya tempat tinggal naik 3,2%. Makan di luar naik 3,5%. Ini bukan kemewahan. Inilah kehidupan sehari-hari kebanyakan orang.

Satu-satunya hal yang tak terlalu membebani? Harga bahan makanan hanya naik 1,8%. Harga mobil baru nyaris tak berubah. Harga mobil bekas malah turun.

Itulah sebabnya inflasi terasa lebih parah daripada angka utama yang diberitakan. Hal-hal yang tak bisa kamu hindari — energi, sewa, makan — semuanya naik lebih tinggi. Hal-hal yang bisa ditunda atau tak dibeli? Harganya tetap stabil.

Ini contoh klasik bagaimana angka rata-rata menyamarkan kenyataan. Kalau pengeluaran pribadimu banyak tersedot untuk bensin dan utilitas, tingkat inflasimu bukan 3,7%. Jauh lebih tinggi.

Inilah jurang antara pidato The Fed dan anggaran rumah tangga yang sesungguhnya.