Pasar pagi ini terasa agak sureal: Timur Tengah sedang berkobar, tetapi $BTC diam-diam merangkak menuju 84.000.

Mari kita bahas dulu situasi makronya: enam kapal diserang di Selat Hormuz dalam dua hari, Garda Revolusi Iran mengancam akan menenggelamkan kapal perang AS yang mendekat, harga Brent kembali terdorong ke atas 106 dolar, dan bahkan Goolsbee mulai khawatir tarif plus harga minyak akan membawa AS ke stagflasi.

Yang lebih menarik adalah sikap The Fed: Williams mengatakan suku bunga mungkin naik sekali lagi tahun ini, tetapi tidak akan naik lagi pada 2027. Begitu pernyataan yang setengah hawkish, setengah dovish ini muncul, $BTC justru bergerak menuju 84 ribu, sementara $ZEC memimpin kenaikan di antara koin-koin utama. Pasar memang suka melawan arus: saat kamu khawatir soal inflasi, pasar bertaruh pada likuiditas.

Namun, CPI AS bulan September yang dirilis malam ini adalah ujian sesungguhnya. Penentuan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember sepenuhnya bergantung pada data ini. Jangan terbawa suasana sebelum datanya keluar; sisakan ruang untuk posisi kamu.

Sedikit soal prospek jangka panjang: $AVAX kali ini ikut diuntungkan oleh Korea Selatan. Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan telah menyusun peta jalan untuk saham dan obligasi yang ditokenisasi. Tahap pertama akan dimulai pada Februari 2027, dan Korea Securities Depository sedang membangun infrastrukturnya di Avalanche. Untuk sektor RWA, Asia benar-benar mendorongnya dengan modal nyata.

Menurut saya, jika harga minyak 106 dan $BTC masih bisa naik, berarti daya beli pasar lebih kuat dari perkiraan. Namun, sebelum CPI dirilis, volatilitas hanya akan makin besar. Lebih banyak mengamati dan mengurangi transaksi bukanlah hal yang memalukan.

NFA DYOR

#BTC #AVAX #中东局势 #CPI #加密货币