Dari 33 bank sentral utama dunia, 15 di antaranya menaikkan suku bunga secara bersamaan dalam enam bulan terakhir. Namun, Bitcoin masih bertahan di atas US$83.000 🦖
📣 盘面异动群里喊
The Fed baru saja menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada September. Ketua Powell mengatakan, inflasi terlalu tinggi dan sudah terlalu lama berada di level tinggi. Kini pasar memperkirakan suku bunga akan tetap ditahan pada Oktober, tetapi peluang kenaikan lagi pada Desember sudah melonjak hingga lebih dari 88% ⚠️
Ini bukan tindakan sepihak dari satu negara, melainkan jaringan pengetatan yang berlangsung serentak. Dari 33 bank sentral utama dunia, 15 menaikkan suku bunga dalam enam bulan terakhir—45% dari total, proporsi tertinggi sejak 2023. Angka ini kian mendekati rekor 55% pada 2011 dan 2018. Sejak awal 2026, sudah ada 54 bank sentral yang mengambil tindakan. Sejak September 2023, jumlah kenaikan suku bunga global terus melampaui jumlah penurunan.
Data AS sendiri cukup kontradiktif. Indeks harga PCE bulan Agustus naik 3,4% secara tahunan, sementara inflasi inti mencapai 3%—keduanya masih di atas target 2%. Namun, ekonomi ternyata lebih kuat dari perkiraan: pertumbuhan PDB kuartal kedua direvisi naik dari 1,5% menjadi 2,2%. Di sisi lain, pasar tenaga kerja mulai melemah. Pada September, pertumbuhan pekerjaan nonpertanian hanya bertambah 29.000, menjadikannya bulan terlemah sepanjang 2026 💥
Situasi ini membuat The Fed berada dalam posisi sulit. Kenaikan suku bunga lebih lanjut bisa menekan inflasi, tetapi juga akan semakin membebani pasar tenaga kerja yang sudah mulai mendingin. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, berbicara blak-blakan dalam pertemuan tahunan para ekonom bisnis: jika bisa melangkah kecil, jangan mengambil langkah besar sekaligus. Lebih baik menyesuaikan kebijakan lebih cepat daripada menunda hingga terpaksa melakukan koreksi besar-besaran. Ia juga memperingatkan bahwa tekanan harga sedang meluas. Begitu masyarakat menganggap inflasi tinggi sebagai hal yang biasa, perilaku penetapan upah dan harga akan ikut berubah. Itulah bagian yang benar-benar sulit diatasi.
Menurut saya, pasar sekarang tidak terlalu memperhatikan Oktober, melainkan Desember. Sebulan lalu, peluang suku bunga tidak naik pada Oktober hanya 54%. Kini data CME menunjukkan angkanya 81%. Ini menandakan pasar sudah menerima kenyataan bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Bagi aset kripto, kondisi ini seharusnya menjadi hambatan. Namun, pergerakan Bitcoin agak tidak biasa: ketika likuiditas global sama-sama diperketat, harganya justru bertahan di sekitar US$83.000 dan sempat menyentuh US$84.254. Ini menunjukkan bahwa penopangnya saat ini bukanlah likuiditas murah, melainkan akumulasi Bitcoin oleh institusi dan kekhawatiran terhadap daya beli mata uang fiat 🐋
Ada dua hal yang patut diperhatikan. Pertama, apakah kenaikan suku bunga pada Desember benar-benar akan terjadi? Kedua, jika pasar tenaga kerja terus melemah, apakah The Fed akan kembali dipaksa berbalik arah? Begitu narasi berubah dari kenaikan menjadi penurunan suku bunga, aset berisiko yang saat ini tertekan sering kali punya daya pantul lebih besar dari perkiraan. Sebaliknya, jika inflasi kembali meningkat dan suku bunga tinggi bertahan setahun lagi, posisi dengan leverage tinggi akan menjadi yang pertama kewalahan.
Menurut kalian, ke mana arah akhir siklus kenaikan suku bunga global ini: hard landing atau soft landing? Yuk, diskusikan di kolom komentar.
Ketuk foto profil untuk menonton siaran langsung.
Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti perkembangan bank sentral dunia dan Bitcoin. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi dalam berita, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
📣 盘面异动群里喊
The Fed baru saja menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada September. Ketua Powell mengatakan, inflasi terlalu tinggi dan sudah terlalu lama berada di level tinggi. Kini pasar memperkirakan suku bunga akan tetap ditahan pada Oktober, tetapi peluang kenaikan lagi pada Desember sudah melonjak hingga lebih dari 88% ⚠️
Ini bukan tindakan sepihak dari satu negara, melainkan jaringan pengetatan yang berlangsung serentak. Dari 33 bank sentral utama dunia, 15 menaikkan suku bunga dalam enam bulan terakhir—45% dari total, proporsi tertinggi sejak 2023. Angka ini kian mendekati rekor 55% pada 2011 dan 2018. Sejak awal 2026, sudah ada 54 bank sentral yang mengambil tindakan. Sejak September 2023, jumlah kenaikan suku bunga global terus melampaui jumlah penurunan.
Data AS sendiri cukup kontradiktif. Indeks harga PCE bulan Agustus naik 3,4% secara tahunan, sementara inflasi inti mencapai 3%—keduanya masih di atas target 2%. Namun, ekonomi ternyata lebih kuat dari perkiraan: pertumbuhan PDB kuartal kedua direvisi naik dari 1,5% menjadi 2,2%. Di sisi lain, pasar tenaga kerja mulai melemah. Pada September, pertumbuhan pekerjaan nonpertanian hanya bertambah 29.000, menjadikannya bulan terlemah sepanjang 2026 💥
Situasi ini membuat The Fed berada dalam posisi sulit. Kenaikan suku bunga lebih lanjut bisa menekan inflasi, tetapi juga akan semakin membebani pasar tenaga kerja yang sudah mulai mendingin. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, berbicara blak-blakan dalam pertemuan tahunan para ekonom bisnis: jika bisa melangkah kecil, jangan mengambil langkah besar sekaligus. Lebih baik menyesuaikan kebijakan lebih cepat daripada menunda hingga terpaksa melakukan koreksi besar-besaran. Ia juga memperingatkan bahwa tekanan harga sedang meluas. Begitu masyarakat menganggap inflasi tinggi sebagai hal yang biasa, perilaku penetapan upah dan harga akan ikut berubah. Itulah bagian yang benar-benar sulit diatasi.
Menurut saya, pasar sekarang tidak terlalu memperhatikan Oktober, melainkan Desember. Sebulan lalu, peluang suku bunga tidak naik pada Oktober hanya 54%. Kini data CME menunjukkan angkanya 81%. Ini menandakan pasar sudah menerima kenyataan bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Bagi aset kripto, kondisi ini seharusnya menjadi hambatan. Namun, pergerakan Bitcoin agak tidak biasa: ketika likuiditas global sama-sama diperketat, harganya justru bertahan di sekitar US$83.000 dan sempat menyentuh US$84.254. Ini menunjukkan bahwa penopangnya saat ini bukanlah likuiditas murah, melainkan akumulasi Bitcoin oleh institusi dan kekhawatiran terhadap daya beli mata uang fiat 🐋
Ada dua hal yang patut diperhatikan. Pertama, apakah kenaikan suku bunga pada Desember benar-benar akan terjadi? Kedua, jika pasar tenaga kerja terus melemah, apakah The Fed akan kembali dipaksa berbalik arah? Begitu narasi berubah dari kenaikan menjadi penurunan suku bunga, aset berisiko yang saat ini tertekan sering kali punya daya pantul lebih besar dari perkiraan. Sebaliknya, jika inflasi kembali meningkat dan suku bunga tinggi bertahan setahun lagi, posisi dengan leverage tinggi akan menjadi yang pertama kewalahan.
Menurut kalian, ke mana arah akhir siklus kenaikan suku bunga global ini: hard landing atau soft landing? Yuk, diskusikan di kolom komentar.
Ketuk foto profil untuk menonton siaran langsung.
Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti perkembangan bank sentral dunia dan Bitcoin. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi dalam berita, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀