Sebuah bank Inggris legendaris mengunci stablecoin senilai 2,45 miliar dolar AS di brankasnya sendiri 🏦

🚨 行情变了群里说

Cabang Standard Chartered di Dubai mengumumkan bahwa mereka mulai menyediakan layanan kustodi stablecoin RLUSD terbitan Ripple untuk klien institusi. Stablecoin yang dititipkan adalah versi yang berjalan langsung di XRP Ledger. Kliennya merupakan institusi yang diawasi oleh Dubai Financial Services Authority. Bank ini bukan hanya menyimpan aset, tetapi juga berwenang mengawasi, membekukan, dan mengelola dana tersebut.

Yang lebih penting adalah langkah berikutnya. Standard Chartered akan terhubung dengan sebuah platform perdagangan institusional di London, sehingga institusi bisa langsung menggunakan stablecoin ini sebagai margin perdagangan. Mekanismenya disebut pencerminan agunan: koin tetap tersimpan di rekening kustodian Standard Chartered, sementara platform perdagangan hanya mencatat saldo cerminan dengan nilai setara. Koinnya sama sekali tidak perlu dipindahkan 💰

Desain ini menyentuh titik paling rawan di industri. Dulu, ketika bursa kolaps, agunan yang disimpan klien di sana ikut tenggelam. Kini, agunan dikunci di bank yang terlalu besar untuk dibiarkan gagal. Kalaupun platform perdagangan bermasalah, koinnya tetap tercatat di Standard Chartered. Bank ini termasuk salah satu dari 29 bank berdampak sistemik global yang ditetapkan oleh Financial Stability Board, dengan persyaratan modal yang lebih ketat daripada bank lain ⚖️

Namun, skala pasarnya masih kecil. Kapitalisasi pasar RLUSD sekitar 2,45 miliar dolar AS, atau kurang dari 1% dari total pasar stablecoin yang nilainya sekitar 306 miliar dolar AS. RLUSD baru diluncurkan pada Desember 2024 dan berjalan di dua jaringan sekaligus, Ethereum dan XRP. Layanan kustodi kali ini hanya mencakup versi XRP Ledger, yang baru mendapat lampu hijau dari regulator Dubai pada Juni tahun ini 🦖

Yang benar-benar patut diperhatikan adalah peta jalan bank ini. Standard Chartered mulai menyediakan layanan kustodi kripto di Dubai pada 2024. Pada Juli tahun ini, bank tersebut menjadi bank berdampak sistemik global pertama yang memungkinkan institusi mencetak dan menebus USDC milik Circle secara langsung. Kini, mereka juga menambahkan stablecoin Ripple, merangkai layanan kustodi, penerbitan, agunan, dan penyelesaian stablecoin satu per satu.

Menurut saya, pertarungan stablecoin berikutnya bukan terjadi di bursa, melainkan di neraca bank. Ketika kustodi, penerbitan dan penebusan, serta penyelesaian ditangani oleh bank berizin, stablecoin berubah dari alat transfer untuk kalangan kripto menjadi komponen standar dalam infrastruktur keuangan institusional. Investor ritel mungkin belum merasakan dampaknya dalam waktu dekat, tetapi hal ini menentukan apakah dana institusi akan berani masuk secara sungguhan pada gelombang berikutnya.

Menurut kalian, menitipkan stablecoin di bank membuatnya lebih aman, atau hanya memindahkan risiko ke tempat lain? Yuk, diskusikan di kolom komentar.

Klik foto profil untuk menonton siaran langsung

Setiap hari, saya mengajak kalian mengikuti perkembangan stablecoin dan isu-isu makro. Bukan cuma melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀