#fsb警告跨境稳定币监管仍不完善
Kapitalisasi pasar stablecoin naik dari US$206 miliar menjadi US$306 miliar dalam setahun. Namun, regulator global mengakui bahwa stablecoin belum pernah benar-benar menghadapi krisis 🦖

⚖️ ⏰ 消息群里第一时间说

Dewan Stabilitas Keuangan (FSB) baru saja merilis laporan yang menyatakan secara terus terang bahwa aturan untuk stablecoin lintas negara belum pernah diuji dalam krisis pasar yang serius. Jika penerbitnya bermasalah, pemegang stablecoin mungkin tidak tahu kepada siapa harus meminta penebusan ataupun hukum negara mana yang berlaku.

Mari lihat angkanya dulu. Kapitalisasi pasar stablecoin pada awal 2025 masih sekitar US$206 miliar, dan kini telah naik menjadi US$306 miliar. Dalam waktu sedikit lebih dari setahun, nilainya bertambah tepat US$100 miliar. Sebagian besar stablecoin dipatok ke dolar AS. Pasarnya terus membesar, tetapi hingga kini aturan yang menopangnya masih terpecah-pecah dan ditangani masing-masing pihak.

Laporan itu menyoroti salah satu struktur paling berbahaya: model multi-penerbit. Perusahaan-perusahaan terafiliasi dapat menerbitkan stablecoin yang sama dan saling berbagi tanggung jawab, tetapi aset cadangannya tersebar di berbagai yurisdiksi. Jika pemegang stablecoin dapat meminta penebusan kepada perusahaan mana pun dalam grup, permintaan bisa menumpuk pada satu perusahaan, sementara aset yang benar-benar dapat dicairkan justru berada di negara lain. Saat krisis, memindahkan dana akan semakin sulit ⚠️

Perbedaan waktu yang kedua bahkan lebih berbahaya. Stablecoin diperdagangkan 24 jam sehari, sepanjang tahun, sedangkan pasar aset yang menjadi jaminannya punya jam operasional tertentu. Jika terjadi penarikan besar-besaran, penebusan bisa kalah cepat dari aksi jual sehingga harga stablecoin dapat langsung kehilangan patokannya. Ini bisa memaksa penerbit menjual aset cadangan, lalu menarik simpanan dari bank. Begitulah guncangan merembet dari dunia kripto ke sistem keuangan tradisional 💥

Ketua FSB, yang juga Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menulis dengan lugas dalam surat yang menyertai laporan tersebut: stablecoin pada dasarnya bersifat lintas negara, tetapi kemajuan regulasi di tiap negara sangat timpang dan kerja sama lintas negara masih dalam tahap awal. Laporan itu juga mengakui bahwa rekomendasi yang diajukan tidak mengikat secara hukum dan hanya bisa diterapkan jika negara-negara anggota bersedia melaksanakannya 🏦

Waktunya juga penting. Laporan ini dirilis beberapa hari sebelum pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 pada tanggal 15 bulan ini. Dengan kata lain, daftar risikonya lebih dulu diletakkan di atas meja.

Sederhananya, ini bukan upaya untuk menjatuhkan stablecoin, melainkan pengingat akan satu hal yang lebih mendasar: nilainya sudah bertambah US$100 miliar, tetapi mekanisme yang benar-benar teruji menghadapi krisis nyaris belum ada. Semakin cepat pertumbuhannya, semakin perlu kita mencermati bagian-bagian yang belum teruji.

Menurutmu, risiko terbesar stablecoin adalah kehilangan patokan nilainya atau terhambatnya penebusan saat krisis? Yuk, bahas di kolom komentar.

Klik foto profil untuk menonton siaran langsung.

Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti perkembangan stablecoin dan isu regulasi global. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀