Dari 28 yurisdiksi, hanya 11 yang sudah menuntaskan aturan stablecoin. Dewan Stabilitas Keuangan global membunyikan alarm menjelang KTT G20 🦖
⚡ 有大动静群里说
Andrew Bailey, Ketua Dewan Stabilitas Keuangan (FSB), pada Senin mengirim surat terbuka kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20. Ia terus terang menyatakan bahwa regulasi stablecoin lintas batas dan mekanisme penanganan krisisnya masih belum matang—bahkan mungkin belum terbentuk sama sekali.
Laporan yang menyertai surat itu menyoroti skenario yang lebih mengkhawatirkan: ketika stablecoin mengalami penarikan besar-besaran, risikonya dapat merembes ke keuangan tradisional melalui dua jalur. Pertama, aset cadangan terpaksa dijual. Kedua, simpanan ditarik dari sistem perbankan 💥
Angkanya memperjelas situasi. Dalam penilaian tahun 2025, dari 28 yurisdiksi yang disurvei, hanya 11 yang benar-benar menerapkan kerangka regulasi stablecoin. Artinya, hampir 60% pasar masih menggunakan stablecoin tanpa aturan yang seragam.
Yang lebih rumit adalah stablecoin dengan struktur beberapa penerbit. Tekanan penebusan bisa menumpuk pada salah satu penerbit, sementara cadangannya tersebar di berbagai yurisdiksi. Jika terjadi masalah, tidak ada satu regulator pun yang bisa mengambil keputusan final ⚖️
Sederhananya, bobot isu ini bukan terletak pada harga koin. Ini berarti stablecoin bukan lagi sekadar produk di dalam dunia kripto, melainkan versi lintas batas dari risiko penarikan dana besar-besaran di bank. Ketika cadangan terhubung dengan sistem perbankan, risiko pertama dan risiko terakhir stablecoin pada dasarnya adalah hal yang sama.
Ini bukan peringatan pertama. Pada 2025, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde juga pernah menyoroti risiko penebusan serupa. Juni tahun ini, FSB lebih dulu mengajukan 12 praktik untuk adopsi AI yang bertanggung jawab. Pada Juli, sejumlah pejabat bank sentral Eropa memperingatkan bahwa AI dapat memperbesar gejolak pasar. Kali ini, kedua isu tersebut disatukan dan dibawa ke meja G20 🏦
Menurut saya, pasar belum benar-benar mulai memperhitungkan dampak kesenjangan regulasi ini. Pihak yang lebih dulu mewujudkan transparansi cadangan dan mekanisme penanganan lintas batas akan lebih dulu mendapat akses ke dana institusi. Sebaliknya, semakin lama aturan dibiarkan menggantung, semakin sulit menekan premi risiko stablecoin ⚠️
Bagaimana menurutmu, apa tanggapan G20 terhadap surat ini pada pertemuan Kamis nanti? Menurutmu, putaran regulasi berikutnya akan lebih dulu berfokus pada transparansi cadangan atau mekanisme penanganan penarikan besar-besaran lintas batas? Yuk, diskusikan di kolom komentar.
Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti tren kripto. Bukan cuma melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
⚡ 有大动静群里说
Andrew Bailey, Ketua Dewan Stabilitas Keuangan (FSB), pada Senin mengirim surat terbuka kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20. Ia terus terang menyatakan bahwa regulasi stablecoin lintas batas dan mekanisme penanganan krisisnya masih belum matang—bahkan mungkin belum terbentuk sama sekali.
Laporan yang menyertai surat itu menyoroti skenario yang lebih mengkhawatirkan: ketika stablecoin mengalami penarikan besar-besaran, risikonya dapat merembes ke keuangan tradisional melalui dua jalur. Pertama, aset cadangan terpaksa dijual. Kedua, simpanan ditarik dari sistem perbankan 💥
Angkanya memperjelas situasi. Dalam penilaian tahun 2025, dari 28 yurisdiksi yang disurvei, hanya 11 yang benar-benar menerapkan kerangka regulasi stablecoin. Artinya, hampir 60% pasar masih menggunakan stablecoin tanpa aturan yang seragam.
Yang lebih rumit adalah stablecoin dengan struktur beberapa penerbit. Tekanan penebusan bisa menumpuk pada salah satu penerbit, sementara cadangannya tersebar di berbagai yurisdiksi. Jika terjadi masalah, tidak ada satu regulator pun yang bisa mengambil keputusan final ⚖️
Sederhananya, bobot isu ini bukan terletak pada harga koin. Ini berarti stablecoin bukan lagi sekadar produk di dalam dunia kripto, melainkan versi lintas batas dari risiko penarikan dana besar-besaran di bank. Ketika cadangan terhubung dengan sistem perbankan, risiko pertama dan risiko terakhir stablecoin pada dasarnya adalah hal yang sama.
Ini bukan peringatan pertama. Pada 2025, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde juga pernah menyoroti risiko penebusan serupa. Juni tahun ini, FSB lebih dulu mengajukan 12 praktik untuk adopsi AI yang bertanggung jawab. Pada Juli, sejumlah pejabat bank sentral Eropa memperingatkan bahwa AI dapat memperbesar gejolak pasar. Kali ini, kedua isu tersebut disatukan dan dibawa ke meja G20 🏦
Menurut saya, pasar belum benar-benar mulai memperhitungkan dampak kesenjangan regulasi ini. Pihak yang lebih dulu mewujudkan transparansi cadangan dan mekanisme penanganan lintas batas akan lebih dulu mendapat akses ke dana institusi. Sebaliknya, semakin lama aturan dibiarkan menggantung, semakin sulit menekan premi risiko stablecoin ⚠️
Bagaimana menurutmu, apa tanggapan G20 terhadap surat ini pada pertemuan Kamis nanti? Menurutmu, putaran regulasi berikutnya akan lebih dulu berfokus pada transparansi cadangan atau mekanisme penanganan penarikan besar-besaran lintas batas? Yuk, diskusikan di kolom komentar.
Setiap hari, kami mengajakmu mengikuti tren kripto. Bukan cuma melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀