Yang pertama di industri perbankan Korea: Jeonbuk Bank mulai memberikan pinjaman dengan Bitcoin sebagai agunan, tetapi banknya sendiri tidak memegang satu Bitcoin pun 🦖

📣 盘面异动群里喊

Bank yang tergabung dalam JB Financial Group dan memiliki kode saham 175330 ini, mulai bulan ini menawarkan pinjaman dalam won yang dijamin aset digital kepada nasabah korporasi. Agunan yang diterima hanya Bitcoin, dan dana pinjaman hanya boleh digunakan untuk operasional perusahaan. Nasabah ritel untuk sementara belum bisa mengaksesnya.

Hal yang paling menarik ada pada prosesnya. Bitcoin tidak disimpan di bank, melainkan dititipkan kepada penyedia layanan aset virtual berizin yang telah melapor sesuai Undang-Undang Informasi Keuangan Tertentu. Jika perusahaan gagal memenuhi kewajibannya, bank tidak menerima Bitcoin secara langsung. Bank akan mengikuti aturan pelaksanaan perdata versi revisi yang baru berlaku pada 1 Oktober, lalu mencairkan agunan melalui perintah penjualan dari pengadilan untuk menagih kembali piutangnya ⚖️

Penilaiannya pun tidak asal tebak. Jeonbuk Bank lebih dulu melakukan uji tekanan internal, menggunakan rata-rata tertimbang harga dari sejumlah bursa global, lalu menjadikan median indikator volatilitas sebagai harga acuan. Rumus perhitungan dan rincian komponennya juga dipublikasikan 📈

Model seperti ini sudah lebih dulu diterapkan di luar negeri. Pada Maret tahun ini, JPMorgan menawarkan pinjaman dengan agunan Bitcoin kepada nasabah institusi. Signum Bank di Swiss juga menyediakan kredit serupa. Hal yang istimewa dari Jeonbuk Bank adalah bahwa bank ini satu-satunya bank daerah di Korea yang pernah membuka rekening dengan nama asli bagi bursa aset virtual. Visi perbankan kripto yang kerap disampaikan CEO Park Chun-won kini membuahkan hasil nyata untuk pertama kalinya.

Menurut saya, jangan artikan langkah ini sebagai tanda bahwa bank-bank Korea mulai menimbun Bitcoin. Ini lebih merupakan langkah untuk secara resmi memasukkan Bitcoin ke dalam daftar aset yang dapat diterima sebagai jaminan oleh bank. Bank memang tidak menyentuh Bitcoin, tetapi bersedia mengakui bahwa Bitcoin bernilai, dapat dinilai, dan dapat dieksekusi. Langkah ini lebih bermakna daripada jika bank langsung membeli Bitcoin.

Namun, batasannya juga sangat jelas: hanya Bitcoin, hanya untuk perusahaan, dan hanya untuk keperluan operasional. Untuk memperluasnya ke nasabah ritel dan koin lain, kita masih harus menunggu lampu hijau dari regulator 🤔

Menurutmu, apakah pinjaman bank dengan agunan seperti ini akan menjadi awal masuknya dana institusi pada gelombang berikutnya? Yuk, bahas di kolom komentar.

Setiap hari, kami membawakan kabar terbaru tentang Bitcoin. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi dalam berita, tetapi juga membantu kamu memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀