#xrp财库公司evernorth完成spac合并
473 juta XRP resmi melantai di Nasdaq hari ini 🦖
💡 群里更新数据解读
Evernorth menyelesaikan merger dengan Armada Acquisition Corp II pada 9 Oktober. Perusahaan ini membawa sekitar 473 juta XRP ke sebuah perusahaan publik sekaligus memperoleh sekitar 300 juta dolar AS dalam bentuk tunai. Dengan kode saham XRPN, perusahaan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 12 Oktober, yaitu hari ini. Di belakangnya ada Ripple dan SBI, serta Pantera, sebuah bursa ternama yang sudah lama beroperasi, dan GSR.
Dengan harga saat ini sebesar 1,41 dolar AS, nilai pasar XRP tersebut sekitar 660 juta dolar AS—lebih dari dua kali lipat jumlah dana yang dihimpun.
Namun, ada satu aturan akuntansi yang mungkin membuat laporan keuangan saham baru ini selalu tampak lebih buruk dibandingkan perusahaan sejenis ⚠️
Sama-sama perusahaan yang menimbun kripto, perusahaan lain bisa mencatat aset dengan nilai wajar dan mengakui keuntungan belum terealisasi saat harga kripto naik. Sementara itu, Evernorth hanya bisa menggunakan metode lama: biaya historis dikurangi penurunan nilai.
Alasannya tidak rumit. Meski bukan lagi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Ripple, manajemen menganggap keduanya masih merupakan pihak berelasi. Sementara itu, aturan baru Dewan Standar Akuntansi Keuangan AS pada 2023 kebetulan mengecualikan token yang diterbitkan oleh pihak berelasi ⚖️
Akibatnya, dampaknya hanya satu arah: jika harga XRP turun sampai tingkat tertentu, perusahaan harus mencatat penurunan nilai dan memangkas nilai tercatatnya. Namun, berapa pun harga kripto itu pulih setelahnya, penurunan nilai tersebut tidak dapat dibalikkan.
Contohnya, posisi XRP senilai 100 juta dolar AS diturunkan nilainya menjadi 70 juta dolar. Jika kemudian nilainya naik kembali menjadi 150 juta dolar, nilai dalam pembukuan tidak akan otomatis pulih dan perusahaan juga tidak akan mencatat keuntungan belum terealisasi sebesar 80 juta dolar.
Tanda-tandanya sudah terlihat dalam dokumen merger. Manajemen menyebutkan bahwa antara 1 Juli dan 9 Oktober, harga XRP terendah yang dapat diamati di salah satu bursa teregulasi di AS adalah 0,99 dolar AS. Berdasarkan harga tersebut, perusahaan masih perlu mencatat tambahan penurunan nilai sebesar 6,9 juta dolar AS. Dokumen itu tidak memastikan apakah penurunan nilai tersebut sudah benar-benar dicatat.
Situasi ini menimbulkan dilema. Cerita yang disampaikan perusahaan adalah meningkatkan jumlah XRP yang diwakili oleh setiap saham. Namun, yang mungkin dilihat investor dalam laporan keuangan justru sekumpulan angka yang tidak sejalan dengan harga kripto.
Menurut saya, hal yang paling menarik dari XRPN bukanlah jumlah kripto yang ditimbunnya, melainkan apakah manajemen mampu menjadikan kepemilikan itu mesin pengganda melalui imbal hasil on-chain dan manuver di pasar modal. Menimbun kripto saja bukan hal langka; yang langka adalah timbunan kripto yang menghasilkan imbal hasil.
Sedikit tambahan: harga saham SPAC tersebut turun lebih dari 50% dalam sehari sebelum merger. Jika banyak pemegang saham melakukan penebusan, dana yang dihimpun juga akan menyusut, sehingga amunisi untuk membeli kripto ikut berkurang 💥
Jadi, setelah pasar dibuka hari ini, ada dua hal yang lebih layak diperhatikan: pertama, apakah dana tunai yang benar-benar diterima mencapai 300 juta dolar AS; kedua, apakah perusahaan sudah mengumumkan penggunaan dana pertamanya.
Mari berdiskusi di kolom komentar: apakah saham perusahaan penimbun kripto dengan komitmen pengelolaan aktif seperti ini akan Anda anggap sebagai pengganti kripto, atau sebagai reksa dana yang membagikan dividen?
Setiap hari, saya mengajak Anda mengikuti topik hangat di pasar kripto. Bukan hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
473 juta XRP resmi melantai di Nasdaq hari ini 🦖
💡 群里更新数据解读
Evernorth menyelesaikan merger dengan Armada Acquisition Corp II pada 9 Oktober. Perusahaan ini membawa sekitar 473 juta XRP ke sebuah perusahaan publik sekaligus memperoleh sekitar 300 juta dolar AS dalam bentuk tunai. Dengan kode saham XRPN, perusahaan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 12 Oktober, yaitu hari ini. Di belakangnya ada Ripple dan SBI, serta Pantera, sebuah bursa ternama yang sudah lama beroperasi, dan GSR.
Dengan harga saat ini sebesar 1,41 dolar AS, nilai pasar XRP tersebut sekitar 660 juta dolar AS—lebih dari dua kali lipat jumlah dana yang dihimpun.
Namun, ada satu aturan akuntansi yang mungkin membuat laporan keuangan saham baru ini selalu tampak lebih buruk dibandingkan perusahaan sejenis ⚠️
Sama-sama perusahaan yang menimbun kripto, perusahaan lain bisa mencatat aset dengan nilai wajar dan mengakui keuntungan belum terealisasi saat harga kripto naik. Sementara itu, Evernorth hanya bisa menggunakan metode lama: biaya historis dikurangi penurunan nilai.
Alasannya tidak rumit. Meski bukan lagi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Ripple, manajemen menganggap keduanya masih merupakan pihak berelasi. Sementara itu, aturan baru Dewan Standar Akuntansi Keuangan AS pada 2023 kebetulan mengecualikan token yang diterbitkan oleh pihak berelasi ⚖️
Akibatnya, dampaknya hanya satu arah: jika harga XRP turun sampai tingkat tertentu, perusahaan harus mencatat penurunan nilai dan memangkas nilai tercatatnya. Namun, berapa pun harga kripto itu pulih setelahnya, penurunan nilai tersebut tidak dapat dibalikkan.
Contohnya, posisi XRP senilai 100 juta dolar AS diturunkan nilainya menjadi 70 juta dolar. Jika kemudian nilainya naik kembali menjadi 150 juta dolar, nilai dalam pembukuan tidak akan otomatis pulih dan perusahaan juga tidak akan mencatat keuntungan belum terealisasi sebesar 80 juta dolar.
Tanda-tandanya sudah terlihat dalam dokumen merger. Manajemen menyebutkan bahwa antara 1 Juli dan 9 Oktober, harga XRP terendah yang dapat diamati di salah satu bursa teregulasi di AS adalah 0,99 dolar AS. Berdasarkan harga tersebut, perusahaan masih perlu mencatat tambahan penurunan nilai sebesar 6,9 juta dolar AS. Dokumen itu tidak memastikan apakah penurunan nilai tersebut sudah benar-benar dicatat.
Situasi ini menimbulkan dilema. Cerita yang disampaikan perusahaan adalah meningkatkan jumlah XRP yang diwakili oleh setiap saham. Namun, yang mungkin dilihat investor dalam laporan keuangan justru sekumpulan angka yang tidak sejalan dengan harga kripto.
Menurut saya, hal yang paling menarik dari XRPN bukanlah jumlah kripto yang ditimbunnya, melainkan apakah manajemen mampu menjadikan kepemilikan itu mesin pengganda melalui imbal hasil on-chain dan manuver di pasar modal. Menimbun kripto saja bukan hal langka; yang langka adalah timbunan kripto yang menghasilkan imbal hasil.
Sedikit tambahan: harga saham SPAC tersebut turun lebih dari 50% dalam sehari sebelum merger. Jika banyak pemegang saham melakukan penebusan, dana yang dihimpun juga akan menyusut, sehingga amunisi untuk membeli kripto ikut berkurang 💥
Jadi, setelah pasar dibuka hari ini, ada dua hal yang lebih layak diperhatikan: pertama, apakah dana tunai yang benar-benar diterima mencapai 300 juta dolar AS; kedua, apakah perusahaan sudah mengumumkan penggunaan dana pertamanya.
Mari berdiskusi di kolom komentar: apakah saham perusahaan penimbun kripto dengan komitmen pengelolaan aktif seperti ini akan Anda anggap sebagai pengganti kripto, atau sebagai reksa dana yang membagikan dividen?
Setiap hari, saya mengajak Anda mengikuti topik hangat di pasar kripto. Bukan hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀