Harga solar kini menjadi contoh sempurna tentang bagaimana geopolitik, politik dalam negeri, dan ekonomi saling memengaruhi secara langsung.

Lihat saja setahun terakhir: ketegangan geopolitik mendorong harga solar naik → biaya bahan bakar yang lebih tinggi membebani konsumen dan pelaku usaha → tekanan politik dalam negeri meningkat → pemerintah bergegas mengambil langkah kebijakan → langkah-langkah itu kembali memengaruhi keputusan geopolitik (seperti langkah AS dan Rusia kemarin).

Ini bukan lagi jalan satu arah. Pasar energi kini bukan sekadar soal penawaran dan permintaan. Pasar ini juga dipengaruhi oleh siapa yang berseteru dengan siapa, siapa yang akan maju lagi dalam pemilu, dan berapa harga bahan bakar yang harus dibayar pemilih di SPBU.

Siklus umpan balik ini rumit, sulit diprediksi, dan semakin menjadi hal yang lumrah. Jika Anda mencoba meramalkan apa pun—inflasi, pertumbuhan, kebijakan—lapisan politik tak bisa lagi diabaikan. Faktor itu sudah melekat pada harga.