Apa sebenarnya yang bisa dilakukan sebuah ponsel saat terhubung ke jaringan komputasi?

Belakangan ini, saat melihat Acurast, inilah yang paling ingin saya pahami. Sekadar mengatakan “ponsel juga bisa menyumbangkan daya komputasi” masih terasa abstrak. Kita perlu melihat apa yang benar-benar dijalankan.

Demo Laya yang baru-baru ini dirilis secara resmi cukup mudah dipahami: AI mengendalikan ular di game Snake agar berbelok, mengelompokkan email sebagai normal, spam, atau phishing, atau mendeteksi apakah isi chat mengandung spam. Semua penilaian ini dilakukan oleh ponsel Android di jaringan Acurast.

Bayangkan kamu melihat seekor ular berbelok di halaman web, sementara di baliknya, sebuah ponsel yang berada jauh di negara lain baru saja menentukan pilihannya. Cukup menarik juga
😂
Halaman tersebut juga menampilkan informasi tentang negara tempat perangkat yang menjalankan tugas berada, chip yang digunakan, dan sebagainya, serta menyediakan akses untuk verifikasi on-chain.

Pengalaman ini membuat saya punya gambaran yang lebih konkret tentang komputasi ponsel. Banyak aplikasi perlu berulang kali membuat keputusan kecil. Jika tugas semacam ini bisa ditangani oleh perangkat yang sesuai, tugas tersebut berpeluang menjadi penggunaan nyata komputasi ponsel.

Tentu saja, demo ini juga punya keterbatasan. Pihak resmi menyebutkan bahwa model bisa salah menilai, dan pesan yang datang terlalu cepat juga bisa mengantre. Sebelum benar-benar digunakan dalam produk, akurasi dan stabilitasnya masih perlu dipantau.

Namun, setidaknya sekarang ada sesuatu yang bisa dibuka dan dilihat. Ketertarikan saya pada Acurast pun berubah dari “ide ini cukup menarik” menjadi “tugas apa lagi yang cocok dijalankan di sana”.