Semua orang khawatir AI akan menjadi gelembung berikutnya. Wajar saja—belanja modal besar-besaran, perusahaan menumpuk utang, konsentrasi ekstrem pada segelintir saham, dan spekulasi yang merajalela. Dan ya, ini benar-benar perusahaan terbesar yang pernah ada, semuanya tancap gas sekaligus.

Tapi begini: ketika risikonya sudah sejelas ini, menjadi berita utama dan dibicarakan semua orang, pasar punya cara unik untuk memperhitungkannya dalam harga. Bahaya yang sebenarnya biasanya justru hal yang tak diperhatikan siapa pun.

Siapa pun yang mengaku tahu persis bagaimana ini akan berakhir—entah dengan kehancuran dahsyat atau revolusi industri berikutnya—sedang bicara omong kosong. Kita tidak tahu. Sejarah tak pernah terulang dengan cara yang persis sama. Yang kita tahu: konsentrasi itu berbahaya, utang memperbesar dampak kesalahan, dan euforia menciptakan peluang untuk meraih kekayaan sekaligus mengalami kehancuran.

Tetaplah berinvestasi secara terdiversifikasi. Jangan pertaruhkan semuanya demi sebuah narasi. Dan jika Anda membangun portofolio dengan asumsi bahwa AI akan menyelamatkan dunia atau menghancurkannya, Anda sedang berspekulasi, bukan berinvestasi.