📰 Penilaian terbaru Kevin O'Leary agak berlawanan dengan intuisi: jika hanya boleh memilih satu tema investasi untuk tiga tahun ke depan, pilihannya bukan model AI ataupun perusahaan teknologi tertentu, melainkan energi.
Sejujurnya, pemikiran ini mirip strategi “menjual sekop”. Siapa pun yang akhirnya unggul—OpenAI, Anthropic, atau perusahaan model lainnya—pusat data tetap membutuhkan chip, lahan, dan pasokan listrik yang stabil. Karena itu, fokusnya tertuju pada pembangkit listrik tenaga gas alam, turbin, infrastruktur kelistrikan, tambang uranium, serta wilayah Kanada dan Eropa Utara yang memiliki sumber daya listrik berbiaya rendah.
🔥 Pandangannya terhadap kripto juga berubah. Alih-alih hanya melihat perdagangan pasar dan arus dana Bitcoin serta Ethereum, ia mulai meneliti kembali blockchain publik seperti Avalanche. Alasannya, perusahaan mungkin menggunakan blockchain untuk keuangan, logistik, aset olahraga, dan pengelolaan kontrak.
Namun, keduanya tidak bisa langsung disamakan: adopsi blockchain oleh perusahaan bukan berarti tokennya pasti memperoleh nilai yang sepadan. Penggunaan jaringan, pendapatan bisnis, serta apakah nilai tersebut bisa mengalir ke pemegang token adalah pertanyaan yang lebih nyata.
💡 Selain itu, ia juga menganggap komputasi kuantum sebagai faktor jangka panjang yang memengaruhi keamanan kripto. Namun, hingga saat ini belum ada jadwal pasti untuk Q-Day, dan kemajuan teknologi kuantum tidak berarti mekanisme keamanan blockchain yang ada akan segera gagal. O'Leary lebih terbiasa menghadapi ketidakpastian dengan diversifikasi, misalnya membatasi satu saham hingga maksimal 5% dari portofolio dan satu sektor hingga maksimal 20%.
Kamu lebih setuju dengan “bertaruh pada pemenang teknologi”, atau mencari energi dan infrastruktur di balik AI dan kripto terlebih dahulu?
#AI #能源 #Crypto #KomputasiKuantum
Sejujurnya, pemikiran ini mirip strategi “menjual sekop”. Siapa pun yang akhirnya unggul—OpenAI, Anthropic, atau perusahaan model lainnya—pusat data tetap membutuhkan chip, lahan, dan pasokan listrik yang stabil. Karena itu, fokusnya tertuju pada pembangkit listrik tenaga gas alam, turbin, infrastruktur kelistrikan, tambang uranium, serta wilayah Kanada dan Eropa Utara yang memiliki sumber daya listrik berbiaya rendah.
🔥 Pandangannya terhadap kripto juga berubah. Alih-alih hanya melihat perdagangan pasar dan arus dana Bitcoin serta Ethereum, ia mulai meneliti kembali blockchain publik seperti Avalanche. Alasannya, perusahaan mungkin menggunakan blockchain untuk keuangan, logistik, aset olahraga, dan pengelolaan kontrak.
Namun, keduanya tidak bisa langsung disamakan: adopsi blockchain oleh perusahaan bukan berarti tokennya pasti memperoleh nilai yang sepadan. Penggunaan jaringan, pendapatan bisnis, serta apakah nilai tersebut bisa mengalir ke pemegang token adalah pertanyaan yang lebih nyata.
💡 Selain itu, ia juga menganggap komputasi kuantum sebagai faktor jangka panjang yang memengaruhi keamanan kripto. Namun, hingga saat ini belum ada jadwal pasti untuk Q-Day, dan kemajuan teknologi kuantum tidak berarti mekanisme keamanan blockchain yang ada akan segera gagal. O'Leary lebih terbiasa menghadapi ketidakpastian dengan diversifikasi, misalnya membatasi satu saham hingga maksimal 5% dari portofolio dan satu sektor hingga maksimal 20%.
Kamu lebih setuju dengan “bertaruh pada pemenang teknologi”, atau mencari energi dan infrastruktur di balik AI dan kripto terlebih dahulu?
#AI #能源 #Crypto #KomputasiKuantum

