#比特币跌破8.1万美元
Dalam semalam, 190 ribu orang terkena likuidasi. Bitcoin jatuh di bawah US$81.000, tetapi Wall Street justru menaikkan target ke US$109.000 🦖
📣 盘面异动群里喊
Jumat ini, Bitcoin sempat turun ke US$81.000, level terendah sejak 21 September. Empat hari sebelumnya, harganya masih berada di kisaran US$87.000. Dalam seminggu, harganya merosot lebih dari 8%.
Ethereum dan XRP masing-masing turun sekitar 6% dalam sehari, sementara Solana merosot sekitar 9% 💥
Ada dua pemicu di balik aksi jual kali ini.
Yang pertama adalah minyak. Media AS melaporkan ketegangan AS-Iran kembali meningkat. Minyak mentah Brent melonjak ke US$105,88 per barel dan minyak mentah West Texas ke US$93,20 per barel—keduanya mendekati level tertinggi belakangan ini.
Yang kedua adalah suku bunga. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun menyentuh 5,73%, rekor tertinggi dalam 24 tahun. Dana mulai beralih dari aset berisiko ke pasar obligasi.
Yang benar-benar membuat pasar kripto tegang adalah pernyataan The Fed. Gubernur Fed Christopher Waller secara terbuka mengatakan bahwa jika data terus sesuai perkiraan, ia memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut akan diperlukan. Kenaikan itu tidak harus dilakukan dalam rapat berturut-turut, tetapi harus dilakukan dalam jangka waktu yang tepat 📉
Data CME menunjukkan bahwa dalam semalam, peluang pasar untuk kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase pada Desember melonjak melewati 70%. Sementara itu, ekspektasi utama untuk rapat kebijakan moneter pada 27–28 Oktober masih bahwa suku bunga akan dipertahankan di kisaran 3,75%–4,00%.
Begitu harga turun, posisi trading pun ikut terpukul. Menurut hitungan media berita kilat berbahasa Mandarin, lebih dari 190 ribu orang mengalami likuidasi paksa dalam 24 jam. Sebagian besar adalah posisi long.
Platform data kripto CoinGlass menunjukkan bahwa ketika Bitcoin turun di bawah US$82.000, nilai likuidasi posisi long lintas pasar mencapai sekitar US$430 juta. Ini bukan sekadar aksi kecil-kecilan oleh investor ritel, melainkan pembersihan posisi leverage secara besar-besaran ⚠️
Yang menarik, semakin dalam penurunan, semakin optimistis pihak penjual.
Bank investasi TD Cowen bukan hanya tidak menurunkan proyeksi, tetapi justru menaikkan target harga Bitcoin pada akhir 2026 menjadi US$109.000, dan mematok target US$280.000 pada 2029.
Survei State Street terhadap 300 lembaga pengelola aset juga menunjukkan bahwa sekitar 51% responden memperkirakan aset digital akan menjadi arus utama dalam lima tahun. Pada 2024, angkanya hanya 11%. Rata-rata alokasi aset digital oleh lembaga-lembaga tersebut kini sudah mencapai 11%.
Pandangan saya sederhana: yang turun kali ini bukan ceritanya, melainkan posisi trading-nya.
Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar US$82.056, sudah pulih dari kisaran US$81.000. Ini menunjukkan ada pembeli yang masuk di level rendah. Namun, faktor utama yang menekannya bukan Timur Tengah, melainkan ekspektasi suku bunga. Selama peluang kenaikan suku bunga pada Desember belum turun, setiap pantulan harga akan berhadapan dengan tekanan jual. Sebaliknya, jika data inflasi pekan depan lebih rendah dari perkiraan dan ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, Ethereum dan Solana—yang paling terpukul—juga berpotensi mengalami pemulihan terbesar. Yang perlu diperhatikan bukan seberapa besar penurunan hari ini, melainkan data inflasi.
Menurut Anda, ini kesempatan untuk membeli saat harga turun atau tanda penurunan masih akan berlanjut? Mari berdiskusi di kolom komentar.
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung.
Setiap hari, saya mengajak Anda mengikuti perkembangan Bitcoin dan isu-isu hangat seputar The Fed. Bukan hanya melihat apa yang terjadi dalam berita, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
Dalam semalam, 190 ribu orang terkena likuidasi. Bitcoin jatuh di bawah US$81.000, tetapi Wall Street justru menaikkan target ke US$109.000 🦖
📣 盘面异动群里喊
Jumat ini, Bitcoin sempat turun ke US$81.000, level terendah sejak 21 September. Empat hari sebelumnya, harganya masih berada di kisaran US$87.000. Dalam seminggu, harganya merosot lebih dari 8%.
Ethereum dan XRP masing-masing turun sekitar 6% dalam sehari, sementara Solana merosot sekitar 9% 💥
Ada dua pemicu di balik aksi jual kali ini.
Yang pertama adalah minyak. Media AS melaporkan ketegangan AS-Iran kembali meningkat. Minyak mentah Brent melonjak ke US$105,88 per barel dan minyak mentah West Texas ke US$93,20 per barel—keduanya mendekati level tertinggi belakangan ini.
Yang kedua adalah suku bunga. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun menyentuh 5,73%, rekor tertinggi dalam 24 tahun. Dana mulai beralih dari aset berisiko ke pasar obligasi.
Yang benar-benar membuat pasar kripto tegang adalah pernyataan The Fed. Gubernur Fed Christopher Waller secara terbuka mengatakan bahwa jika data terus sesuai perkiraan, ia memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut akan diperlukan. Kenaikan itu tidak harus dilakukan dalam rapat berturut-turut, tetapi harus dilakukan dalam jangka waktu yang tepat 📉
Data CME menunjukkan bahwa dalam semalam, peluang pasar untuk kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase pada Desember melonjak melewati 70%. Sementara itu, ekspektasi utama untuk rapat kebijakan moneter pada 27–28 Oktober masih bahwa suku bunga akan dipertahankan di kisaran 3,75%–4,00%.
Begitu harga turun, posisi trading pun ikut terpukul. Menurut hitungan media berita kilat berbahasa Mandarin, lebih dari 190 ribu orang mengalami likuidasi paksa dalam 24 jam. Sebagian besar adalah posisi long.
Platform data kripto CoinGlass menunjukkan bahwa ketika Bitcoin turun di bawah US$82.000, nilai likuidasi posisi long lintas pasar mencapai sekitar US$430 juta. Ini bukan sekadar aksi kecil-kecilan oleh investor ritel, melainkan pembersihan posisi leverage secara besar-besaran ⚠️
Yang menarik, semakin dalam penurunan, semakin optimistis pihak penjual.
Bank investasi TD Cowen bukan hanya tidak menurunkan proyeksi, tetapi justru menaikkan target harga Bitcoin pada akhir 2026 menjadi US$109.000, dan mematok target US$280.000 pada 2029.
Survei State Street terhadap 300 lembaga pengelola aset juga menunjukkan bahwa sekitar 51% responden memperkirakan aset digital akan menjadi arus utama dalam lima tahun. Pada 2024, angkanya hanya 11%. Rata-rata alokasi aset digital oleh lembaga-lembaga tersebut kini sudah mencapai 11%.
Pandangan saya sederhana: yang turun kali ini bukan ceritanya, melainkan posisi trading-nya.
Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar US$82.056, sudah pulih dari kisaran US$81.000. Ini menunjukkan ada pembeli yang masuk di level rendah. Namun, faktor utama yang menekannya bukan Timur Tengah, melainkan ekspektasi suku bunga. Selama peluang kenaikan suku bunga pada Desember belum turun, setiap pantulan harga akan berhadapan dengan tekanan jual. Sebaliknya, jika data inflasi pekan depan lebih rendah dari perkiraan dan ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, Ethereum dan Solana—yang paling terpukul—juga berpotensi mengalami pemulihan terbesar. Yang perlu diperhatikan bukan seberapa besar penurunan hari ini, melainkan data inflasi.
Menurut Anda, ini kesempatan untuk membeli saat harga turun atau tanda penurunan masih akan berlanjut? Mari berdiskusi di kolom komentar.
Klik foto profil untuk menonton siaran langsung.
Setiap hari, saya mengajak Anda mengikuti perkembangan Bitcoin dan isu-isu hangat seputar The Fed. Bukan hanya melihat apa yang terjadi dalam berita, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀