Dua tahun naik 43 kali, setahun diputar 33 kali; stablecoin di Asia tidak lagi sekadar investasi—lebih seperti uang tunai 🦖
💡 群里更新数据解读
Lembaga analisis on-chain Chainalysis dalam laporan terbaru tentang peta mata uang kripto secara geografis memberikan serangkaian data yang kontras. Dari kuartal pertama 2024 hingga kuartal kedua 2026, jumlah dompet independen yang melakukan transfer stablecoin peer-to-peer di dalam Tiongkok naik 43 kali. Selama periode laporan, tercatat 18,1 juta transaksi semacam itu dengan nilai sebesar 104 miliar dolar AS 📈
Yang benar-benar tidak biasa adalah tingkat perputarannya. Stablecoin yang disimpan sendiri (self-custody) diputar 33,2 kali dalam setahun—lebih dari 3 kali rata-rata global yang hanya 9,3 kali. Penilaian Chainalysis sangat lugas: para pemegangnya tidak menimbun untuk menunggu harga naik, melainkan menggunakan USDT dan USDC seperti modal operasional. Bahkan pada Maret 2026 saja, volume transfer stablecoin di dalam negeri sudah melebihi 4,9 miliar dolar AS dalam satu bulan 💥
Tarik kameranya ke seluruh Asia Timur: Korea Selatan dengan nilai 449,1 miliar dolar AS menjadi ekonomi kripto terbesar di Asia Timur. Secara tahun-ke-tahun masih naik 12,3%. Trader ritel jelas cenderung pada token bertema AI, tapi di sisi lain situasinya memprihatinkan. Laba operasional bursa Korea pada paruh pertama tahun ini anjlok 78%, nilai transaksi harian turun 44%, kapitalisasi pasar menyusut 33%, dan simpanan dalam won Korea turun 35% 🐋
Sementara itu, Hong Kong justru dipimpin oleh institusi. Platform institusional menyumbang 16% arus masuk dana layanan—hampir 3 kali lebih besar daripada pasar mana pun di sekitarnya. Dalam setahun, Hong Kong berhasil menyerap hampir 24 miliar dolar AS dana B2B. Pada bulan April, mereka juga menerbitkan lisensi stablecoin tahap pertama ⚖️
Pandangan saya langsung: stablecoin sedang bergeser dari alat transaksi menjadi alat penyelesaian (settlement). Misalnya, perusahaan induk salah satu bursa bekerja sama dengan bank teluk (Gulf) di Singapura untuk membuat penyelesaian institusional 7x24. Standard Chartered juga mengumumkan layanan kustodian institusional di Singapura. Namun, tingkat perputaran yang setinggi ini juga menunjukkan bahwa jika rantai dana tersendat di satu titik, penularannya bisa jauh lebih cepat daripada yang dibayangkan.
Menurutmu, stablecoin selanjutnya akan terus menjadi lapisan penyelesaian, atau akan diregulasi kembali menjadi lapisan transaksi?
Bahas di kolom komentar: orang-orang di sekitarmu yang memakai stablecoin untuk transfer banyak nggak?
Klik foto profil untuk menonton live.
Setiap hari saya ajak kamu mengikuti stablecoin dan tren kripto di Asia—bukan hanya melihat berita apa yang terjadi, tapi juga membantu kamu memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
💡 群里更新数据解读
Lembaga analisis on-chain Chainalysis dalam laporan terbaru tentang peta mata uang kripto secara geografis memberikan serangkaian data yang kontras. Dari kuartal pertama 2024 hingga kuartal kedua 2026, jumlah dompet independen yang melakukan transfer stablecoin peer-to-peer di dalam Tiongkok naik 43 kali. Selama periode laporan, tercatat 18,1 juta transaksi semacam itu dengan nilai sebesar 104 miliar dolar AS 📈
Yang benar-benar tidak biasa adalah tingkat perputarannya. Stablecoin yang disimpan sendiri (self-custody) diputar 33,2 kali dalam setahun—lebih dari 3 kali rata-rata global yang hanya 9,3 kali. Penilaian Chainalysis sangat lugas: para pemegangnya tidak menimbun untuk menunggu harga naik, melainkan menggunakan USDT dan USDC seperti modal operasional. Bahkan pada Maret 2026 saja, volume transfer stablecoin di dalam negeri sudah melebihi 4,9 miliar dolar AS dalam satu bulan 💥
Tarik kameranya ke seluruh Asia Timur: Korea Selatan dengan nilai 449,1 miliar dolar AS menjadi ekonomi kripto terbesar di Asia Timur. Secara tahun-ke-tahun masih naik 12,3%. Trader ritel jelas cenderung pada token bertema AI, tapi di sisi lain situasinya memprihatinkan. Laba operasional bursa Korea pada paruh pertama tahun ini anjlok 78%, nilai transaksi harian turun 44%, kapitalisasi pasar menyusut 33%, dan simpanan dalam won Korea turun 35% 🐋
Sementara itu, Hong Kong justru dipimpin oleh institusi. Platform institusional menyumbang 16% arus masuk dana layanan—hampir 3 kali lebih besar daripada pasar mana pun di sekitarnya. Dalam setahun, Hong Kong berhasil menyerap hampir 24 miliar dolar AS dana B2B. Pada bulan April, mereka juga menerbitkan lisensi stablecoin tahap pertama ⚖️
Pandangan saya langsung: stablecoin sedang bergeser dari alat transaksi menjadi alat penyelesaian (settlement). Misalnya, perusahaan induk salah satu bursa bekerja sama dengan bank teluk (Gulf) di Singapura untuk membuat penyelesaian institusional 7x24. Standard Chartered juga mengumumkan layanan kustodian institusional di Singapura. Namun, tingkat perputaran yang setinggi ini juga menunjukkan bahwa jika rantai dana tersendat di satu titik, penularannya bisa jauh lebih cepat daripada yang dibayangkan.
Menurutmu, stablecoin selanjutnya akan terus menjadi lapisan penyelesaian, atau akan diregulasi kembali menjadi lapisan transaksi?
Bahas di kolom komentar: orang-orang di sekitarmu yang memakai stablecoin untuk transfer banyak nggak?
Klik foto profil untuk menonton live.
Setiap hari saya ajak kamu mengikuti stablecoin dan tren kripto di Asia—bukan hanya melihat berita apa yang terjadi, tapi juga membantu kamu memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀