Ekspektasi pertumbuhan laba terus meningkat, tetapi sumber yang mendasarinya masih belum jelas. Pertumbuhan pendapatan lesu, margin sudah mendekati level tertinggi dalam sejarah, dan pembelian kembali saham hanya bisa membantu sampai batas tertentu.

Ketika analis memperkirakan pertumbuhan EPS dua digit sementara momentum pendapatan melambat, kita dihadapkan pada persoalan matematika yang tidak akan terselesaikan dengan sendirinya. Entah daya ungkit operasional muncul begitu saja, biaya turun drastis dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, atau kita sedang memperhitungkan optimisme yang belum didukung oleh fundamental.

Kesenjangan antara narasi dan angka ini patut dicermati. Pasar bisa bergerak berdasarkan ekspektasi untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya laporan laba rugi harus menunjukkan hasil.