📰 Di konferensi TOKEN2049 Singapura, rekan bisnis Dragonfly, Haseeb Qureshi, secara langsung mengakui: penilaiannya sebelumnya keliru—AI Agent belum tentu harus dienkripsi; yang benar-benar mungkin perlu dienkripsi adalah diri kita sendiri.

🔥 Awal tahun semua orang membicarakan bahwa pembayaran oleh agen (agent) akan meledak, tetapi kenyataannya tidak semeriah itu. Dari volume pembayaran x402, 90% diduga adalah aktivitas “menguliti bulu” (slew/airdrop farming). Justru kartu kredit, sub-kartu, dan manajemen limit sudah lebih dulu dikerjakan oleh perusahaan seperti Visa, Stripe, Ramp, dll. Setidaknya untuk skenario konsumsi saat ini, kartu masih lebih praktis.

💡 Haseeb berpendapat bahwa perubahan terbesar yang dibawa Agent terhadap enkripsi bukanlah menggantikan kita untuk membayar, melainkan membantu kita menghindari kesalahan. Memeriksa alamat pembayaran, mengenali halaman phishing, mengonfirmasi risiko kontrak, serta menghindari kesalahan saat operasi lintas-chain dan gas—hal-hal inilah yang paling mudah membuat orang biasa tersangkut.

Jujur saja, dompet kripto terasa tidak mudah dipakai sudah menjadi masalah berhari-hari, bukan baru dua hari. Banyak orang bukan tidak mau menggunakannya, tetapi takut kalau mereka salah melakukan copy-paste, lalu asetnya malah masuk ke “lubang hitam”. Kalau AI benar-benar bisa menambahkan lapisan verifikasi di antara pengguna dan dompet, rasa percaya bisa jadi sepenuhnya berubah.

👀 Ia juga menyebut bahwa AI sedang menurunkan “biaya hambatan” untuk layanan pemerintah dan perlindungan privasi. Dulu banyak hal tidak dilakukan orang—bukan berarti tidak punya hak, melainkan terlalu merepotkan. Sekarang, Agent bisa mengajukan komplain dan permohonan layanan secara massal, dan juga memudahkan pengawasan serta penggabungan data; tekanan yang dihadapi individu justru menjadi lebih besar.

🤔 Menurutmu, Agent yang paling dulu mengubah apa: pembayaran kripto, atau keamanan dompet dan privasi personal?

#AIAgent #加密支付 #钱包安全 #privasi agen