82 juta ponsel, kini bisa langsung mengirim dolar tanpa perlu memasang aplikasi kripto apa pun 🦖
⚡ 有大动静群里说
Pada 7 Oktober, Solana Foundation mengumumkan dalam siaran pers bahwa Samsung Wallet dan Samsung Pay akan mendukung stablecoin di Solana secara native. Mulai pekan terakhir Oktober, pengguna Samsung Galaxy di Amerika Serikat bisa mengirim uang lintas negara langsung menggunakan USDC lewat Wallet. Peluncuran awal ini menjangkau 82 juta perangkat Galaxy di AS 📱
Sederhananya, hal penting kali ini bukan sekadar bertambahnya satu blockchain yang mendukung stablecoin. Ini adalah pertama kalinya stablecoin disematkan ke dalam dompet ponsel paling populer di dunia. Dan ini bukan aplikasi kripto terpisah, melainkan fitur yang tertanam di antarmuka yang digunakan sehari-hari untuk membayar transportasi umum, melihat boarding pass, dan menunjukkan kartu identitas. Di belakangnya juga tersedia jalur untuk mengonversi uang fiat. Pengguna tidak akan melihat blockchain, bahkan mungkin tidak sadar bahwa mereka sedang menggunakan kripto.
Seberapa besar skalanya? Jumlah perangkat Galaxy Samsung di seluruh dunia mencapai lebih dari 800 juta. Sebanyak 82 juta perangkat di AS ini hanyalah gelombang pertama. Perluasan ke pasar berikutnya akan bergantung pada regulasi di masing-masing negara. Woncheol Chai, kepala tim Wallet, mengatakan, “Kami ingin pengguna Galaxy menikmati kemudahan stablecoin tanpa harus repot menghadapi kerumitan alat kripto tradisional.” 🌍
Dari sisi Solana, datanya juga sangat kuat. Pasokan stablecoin on-chain tumbuh hampir 20% dalam setahun terakhir. Sepanjang 2026 saja, blockchain ini telah memproses transaksi stablecoin senilai lebih dari 5,25 triliun dolar AS. PayPal dan Western Union sudah menggunakannya untuk bisnis stablecoin mereka. Menurut Lily Liu, presiden Solana Foundation, “Stablecoin tidak pernah kekurangan teknologi. Yang kurang adalah cara untuk menjangkau arus utama.”
Menurut saya, titik balik yang sebenarnya dalam peristiwa ini adalah saluran distribusinya. Selama sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan stablecoin bergantung pada bursa dan para pengguna blockchain yang mengajak orang lain. Kini, konsepnya berubah: sebuah ponsel sudah dilengkapi akun dolar sejak keluar dari pabrik. Jika model ini berhasil, stablecoin tak lagi hanya bersaing dengan mata uang kripto lain, tetapi juga dengan transfer bank dan perusahaan remitansi. Itu adalah pasar remitansi lintas negara bernilai hampir satu triliun dolar AS per tahun 💵
Namun, kita tetap perlu bersikap realistis. Ada dua syarat dalam jadwal peluncurannya. Pertama, pekan terakhir Oktober hanyalah peluncuran awal di AS. Kedua, pembukaan rekening, pengiriman uang lintas negara, dan lebih banyak skenario pembayaran masih menunggu persetujuan regulator. Samsung sendiri juga tidak menyebut semua itu sebagai hal yang sudah pasti. Ada satu detail kecil lainnya: sampai kapan biaya transaksinya bisa gratis? Belum ada penjelasan soal siapa yang akan menanggung biaya setelah masa promosi awal berakhir ⚖️
Yang patut dicermati adalah berapa banyak dari 82 juta pengguna di AS yang benar-benar akan memakai fitur ini untuk mengirim uang setelah diluncurkan pada akhir Oktober, dan apakah Samsung akan membawa fitur ini ke Eropa dan Asia. Begitu meluas ke luar AS, peristiwa ini akan berubah dari sekadar kolaborasi menjadi perombakan lanskap pembayaran global.
Apakah kamu bersedia menerima dan mengirim stablecoin dolar langsung lewat dompet ponsel? Atau menurutmu ini pada akhirnya hanya akan menjadi kehebohan baru di dunia kripto? Yuk, ngobrol di kolom komentar.
Ketuk foto profil untuk menonton siaran langsung
Setiap hari, kami membawakan kabar terbaru tentang stablecoin dan tren kripto. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
⚡ 有大动静群里说
Pada 7 Oktober, Solana Foundation mengumumkan dalam siaran pers bahwa Samsung Wallet dan Samsung Pay akan mendukung stablecoin di Solana secara native. Mulai pekan terakhir Oktober, pengguna Samsung Galaxy di Amerika Serikat bisa mengirim uang lintas negara langsung menggunakan USDC lewat Wallet. Peluncuran awal ini menjangkau 82 juta perangkat Galaxy di AS 📱
Sederhananya, hal penting kali ini bukan sekadar bertambahnya satu blockchain yang mendukung stablecoin. Ini adalah pertama kalinya stablecoin disematkan ke dalam dompet ponsel paling populer di dunia. Dan ini bukan aplikasi kripto terpisah, melainkan fitur yang tertanam di antarmuka yang digunakan sehari-hari untuk membayar transportasi umum, melihat boarding pass, dan menunjukkan kartu identitas. Di belakangnya juga tersedia jalur untuk mengonversi uang fiat. Pengguna tidak akan melihat blockchain, bahkan mungkin tidak sadar bahwa mereka sedang menggunakan kripto.
Seberapa besar skalanya? Jumlah perangkat Galaxy Samsung di seluruh dunia mencapai lebih dari 800 juta. Sebanyak 82 juta perangkat di AS ini hanyalah gelombang pertama. Perluasan ke pasar berikutnya akan bergantung pada regulasi di masing-masing negara. Woncheol Chai, kepala tim Wallet, mengatakan, “Kami ingin pengguna Galaxy menikmati kemudahan stablecoin tanpa harus repot menghadapi kerumitan alat kripto tradisional.” 🌍
Dari sisi Solana, datanya juga sangat kuat. Pasokan stablecoin on-chain tumbuh hampir 20% dalam setahun terakhir. Sepanjang 2026 saja, blockchain ini telah memproses transaksi stablecoin senilai lebih dari 5,25 triliun dolar AS. PayPal dan Western Union sudah menggunakannya untuk bisnis stablecoin mereka. Menurut Lily Liu, presiden Solana Foundation, “Stablecoin tidak pernah kekurangan teknologi. Yang kurang adalah cara untuk menjangkau arus utama.”
Menurut saya, titik balik yang sebenarnya dalam peristiwa ini adalah saluran distribusinya. Selama sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan stablecoin bergantung pada bursa dan para pengguna blockchain yang mengajak orang lain. Kini, konsepnya berubah: sebuah ponsel sudah dilengkapi akun dolar sejak keluar dari pabrik. Jika model ini berhasil, stablecoin tak lagi hanya bersaing dengan mata uang kripto lain, tetapi juga dengan transfer bank dan perusahaan remitansi. Itu adalah pasar remitansi lintas negara bernilai hampir satu triliun dolar AS per tahun 💵
Namun, kita tetap perlu bersikap realistis. Ada dua syarat dalam jadwal peluncurannya. Pertama, pekan terakhir Oktober hanyalah peluncuran awal di AS. Kedua, pembukaan rekening, pengiriman uang lintas negara, dan lebih banyak skenario pembayaran masih menunggu persetujuan regulator. Samsung sendiri juga tidak menyebut semua itu sebagai hal yang sudah pasti. Ada satu detail kecil lainnya: sampai kapan biaya transaksinya bisa gratis? Belum ada penjelasan soal siapa yang akan menanggung biaya setelah masa promosi awal berakhir ⚖️
Yang patut dicermati adalah berapa banyak dari 82 juta pengguna di AS yang benar-benar akan memakai fitur ini untuk mengirim uang setelah diluncurkan pada akhir Oktober, dan apakah Samsung akan membawa fitur ini ke Eropa dan Asia. Begitu meluas ke luar AS, peristiwa ini akan berubah dari sekadar kolaborasi menjadi perombakan lanskap pembayaran global.
Apakah kamu bersedia menerima dan mengirim stablecoin dolar langsung lewat dompet ponsel? Atau menurutmu ini pada akhirnya hanya akan menjadi kehebohan baru di dunia kripto? Yuk, ngobrol di kolom komentar.
Ketuk foto profil untuk menonton siaran langsung
Setiap hari, kami membawakan kabar terbaru tentang stablecoin dan tren kripto. Bukan sekadar melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀