#fedminutesfocusonoctoberpause
🚨 The Fed baru saja mengungkap perpecahan besar terkait langkah selanjutnya.
Hari ini, Federal Reserve merilis risalah rapat bulan September, dan pesannya lebih rumit daripada sekadar “The Fed bersikap hawkish.”
Pada bulan September, The Fed secara bulat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga dana federal menjadi 3.75%–4.00%.
Namun, ada detail penting:
16 dari 18 pejabat The Fed memproyeksikan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir 2026.
Artinya, The Fed BELUM meninggalkan kecenderungannya untuk memperketat kebijakan.
Para pejabat masih khawatir terhadap inflasi. Inflasi PCE bulan Agustus diperkirakan sebesar 3.8%, sementara PCE inti berada di 3.4%—keduanya jauh di atas target The Fed sebesar 2%.
Risalah rapat tersebut juga menyoroti risiko inflasi baru: lonjakan besar investasi AI.
Para pejabat The Fed mencatat bahwa investasi terkait AI, pusat data, belanja teknologi, dan pinjaman dapat mendorong permintaan lebih tinggi dan menambah tekanan inflasi.
Jadi, mengapa pasar memperkirakan jeda pada bulan Oktober?
Karena rapat bulan September berlangsung sebelum sejumlah data ekonomi terbaru dirilis, dan kini para pedagang melihat urgensi yang lebih rendah untuk melakukan kenaikan suku bunga kedua secara berturut-turut.
Probabilitas kenaikan suku bunga bulan Oktober yang tersirat dari pasar telah turun menjadi sekitar 17–19%, yang berarti jeda pada bulan Oktober kini menjadi ekspektasi utama.
Rapat FOMC berikutnya berlangsung pada 27–28 Oktober.
Hal ini menciptakan situasi yang sangat penting bagi aset berisiko:
Pejabat The Fed → masih cenderung mendukung kenaikan suku bunga lagi.
Pasar → semakin memperhitungkan jeda pada bulan Oktober.
$BTC dan saham → sangat sensitif terhadap pihak mana yang memenangkan perdebatan ini.
Data inflasi dan ketenagakerjaan bulan Oktober dapat menentukan apakah The Fed akan jeda sekarang dan menaikkan suku bunga nanti.
#BTC #Fed #crypto #Markets
🚨 The Fed baru saja mengungkap perpecahan besar terkait langkah selanjutnya.
Hari ini, Federal Reserve merilis risalah rapat bulan September, dan pesannya lebih rumit daripada sekadar “The Fed bersikap hawkish.”
Pada bulan September, The Fed secara bulat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga dana federal menjadi 3.75%–4.00%.
Namun, ada detail penting:
16 dari 18 pejabat The Fed memproyeksikan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir 2026.
Artinya, The Fed BELUM meninggalkan kecenderungannya untuk memperketat kebijakan.
Para pejabat masih khawatir terhadap inflasi. Inflasi PCE bulan Agustus diperkirakan sebesar 3.8%, sementara PCE inti berada di 3.4%—keduanya jauh di atas target The Fed sebesar 2%.
Risalah rapat tersebut juga menyoroti risiko inflasi baru: lonjakan besar investasi AI.
Para pejabat The Fed mencatat bahwa investasi terkait AI, pusat data, belanja teknologi, dan pinjaman dapat mendorong permintaan lebih tinggi dan menambah tekanan inflasi.
Jadi, mengapa pasar memperkirakan jeda pada bulan Oktober?
Karena rapat bulan September berlangsung sebelum sejumlah data ekonomi terbaru dirilis, dan kini para pedagang melihat urgensi yang lebih rendah untuk melakukan kenaikan suku bunga kedua secara berturut-turut.
Probabilitas kenaikan suku bunga bulan Oktober yang tersirat dari pasar telah turun menjadi sekitar 17–19%, yang berarti jeda pada bulan Oktober kini menjadi ekspektasi utama.
Rapat FOMC berikutnya berlangsung pada 27–28 Oktober.
Hal ini menciptakan situasi yang sangat penting bagi aset berisiko:
Pejabat The Fed → masih cenderung mendukung kenaikan suku bunga lagi.
Pasar → semakin memperhitungkan jeda pada bulan Oktober.
$BTC dan saham → sangat sensitif terhadap pihak mana yang memenangkan perdebatan ini.
Data inflasi dan ketenagakerjaan bulan Oktober dapat menentukan apakah The Fed akan jeda sekarang dan menaikkan suku bunga nanti.
#BTC #Fed #crypto #Markets