๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ TOKEN2049 baru saja memberikan pengingat serius tentang realitas industri tokenisasi.

CEO Franklin Templeton, Jenny Johnson, melontarkan kritik tajam terhadap reksa dana pasar uang pesaing yang ditokenisasi. Menurutnya, produk-produk itu tak lebih dari โ€œkembaran digitalโ€ reksa dana tradisional.

Inti pesannya sederhana, tetapi kuat:

Menempatkan produk keuangan tradisional di blockchain tidak serta-merta menjadikannya produk blockchain sejati.

Jika blockchain hanya digunakan untuk membuat salinan digital dari reksa dana yang sudah ada, investor mungkin tidak mendapatkan manfaat penuh dari teknologi ini โ€” seperti penyelesaian transaksi yang lebih cepat, transparansi yang lebih tinggi, kemampuan diprogram, serta cara baru untuk memindahkan dan menggunakan aset.

Pada dasarnya, pesan Johnson adalah: Jangan hanya memindahkan keuangan lama ke blockchain. Bangun sistem keuangan yang benar-benar memanfaatkan blockchain.

Perbedaan itu bisa menjadi sangat penting seiring aset yang ditokenisasi beralih dari sekadar tren menuju adopsi di dunia nyata.

Persaingannya kini bukan lagi sekadar tentang siapa yang paling dulu bisa menokenisasi suatu aset.

Yang dipertaruhkan adalah siapa yang mampu membuat blockchain benar-benar berguna bagi pasar keuangan.

TOKEN2049 memperjelas satu hal: fase berikutnya dari tokenisasi mungkin bukan lagi soal menempatkan aset di blockchain โ€” melainkan membuka potensi yang benar-benar dimungkinkan oleh keberadaan aset di blockchain.