Moody’s untuk pertama kalinya memberi peringkat kepada sebuah protokol stablecoin. B3 yang diperolehnya masuk kategori spekulatif, sementara tokennya sendiri anjlok 10% pada hari yang sama 🦖
📊 进群看每日策略
Sky Frontier Foundation mengumumkan pada Rabu bahwa Moody’s memberi Sky Protocol peringkat penerbit B3 dengan prospek stabil. Ini pertama kalinya Moody’s memberikan peringkat kepada protokol stablecoin. Beberapa minggu sebelumnya, S&P Global baru saja memberinya peringkat B-. Kedua lembaga tersebut menjalankan proses penilaian secara terpisah, dengan tim dan standar masing-masing, lalu menghasilkan dua kesimpulan independen. Artinya, Sky kini menjadi satu-satunya protokol stablecoin yang secara resmi dinilai oleh kedua lembaga pemeringkat besar tersebut. Stablecoin yang diterbitkannya bernama USDS.
Sederhananya, B3 dan B- sama-sama berada dalam kategori spekulatif, masih beberapa tingkat di bawah kategori layak investasi. Moody’s menyoroti masalah utama pada kumpulan cadangan Sky Reserves yang terlalu tipis. Menurut sejumlah laporan, cadangan ini mencakup kurang dari satu persen aset ⚖️ Jadi, peringkat ini bukanlah bukti keunggulan, melainkan tiket masuk. Investor institusional kini bisa menilai protokol yang sepenuhnya berjalan di blockchain menggunakan skala kredit yang sudah akrab bagi mereka di keuangan tradisional.
Ironisnya, tepat setelah peringkat itu diumumkan, pasar justru melepas tokennya pada hari yang sama 📉 Harga SKY kini tercatat sebesar 0,079 dolar AS, turun 10% dalam 24 jam, dengan kapitalisasi pasar sekitar 1,85 miliar dolar AS. Sementara itu, jumlah USDS yang beredar mencapai sekitar 10,2 miliar dolar AS, dengan harga 0,9992 dolar AS—mendekati patokan 1 dolar. Pasar secara keseluruhan juga sedang turun: Bitcoin di 83.377 dolar AS, melemah 2,8%, dan Ethereum di 2.568 dolar AS, turun 5%. Harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga masih menjadi tekanan dari luar.
Menurut saya, peringkat ini menjawab apakah Sky bisa dimasukkan ke dalam kerangka alokasi investasi institusi, bukan apakah aset ini layak dibeli. Langkah pertama institusi saat masuk bukanlah melihat imbal hasil, melainkan memastikan apakah aset tersebut bisa dijelaskan dengan istilah yang sudah tersedia dalam sistem manajemen risiko mereka. Peringkat B3 mengubah posisi Sky dari sesuatu yang tak bisa dideskripsikan menjadi sesuatu yang bisa dideskripsikan. Ini langkah dari nol ke satu, tetapi kategori spekulatif juga berarti biaya pendanaannya akan jauh lebih tinggi daripada aset berperingkat layak investasi. Protokol ini sendiri mencantumkan perolehan peringkat layak investasi sebagai sasaran jangka panjang. Jalannya masih panjang.
Ada tiga hal yang patut dicermati. Pertama, apakah kumpulan cadangan bisa benar-benar diisi hingga mencapai batas minimum yang ditetapkan melalui tata kelola. Kedua, apakah kerangka untuk menambah cadangan secara bertahap menggunakan laba bersih yang ditahan akan diwujudkan sesuai peta jalan. Ketiga, porsi aset stabil dalam cadangan. Sebelumnya, protokol ini menyampaikan bahwa cadangannya sebesar 150 juta dolar AS dan separuhnya dialokasikan ke aset stabil 🔍
Sedikit konteks tambahan: persaingan peringkat kali ini sebenarnya menandakan perubahan strategi di sektor stablecoin. Dulu, semua berlomba menawarkan bunga lebih tinggi dan likuiditas on-chain yang lebih dalam. Kini, persaingannya mulai bergeser ke siapa yang struktur aset dan liabilitasnya tahan diperiksa pihak ketiga. Masuknya lembaga pemeringkat tradisional menandakan bahwa modal yang patuh pada regulasi mulai memandang protokol on-chain sebagai pihak lawan transaksi yang bisa dinilai. Peringkat rendah bukan hal buruk; tidak punya peringkatlah yang menjadi masalah.
Saat memilih stablecoin, apakah Anda lebih mengutamakan imbal hasil atau ketersediaan peringkat? Yuk, diskusikan di kolom komentar.
Setiap hari, kami mengajak Anda mengikuti perkembangan stablecoin dan sorotan dunia kripto. Bukan hanya melihat berita apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
📊 进群看每日策略
Sky Frontier Foundation mengumumkan pada Rabu bahwa Moody’s memberi Sky Protocol peringkat penerbit B3 dengan prospek stabil. Ini pertama kalinya Moody’s memberikan peringkat kepada protokol stablecoin. Beberapa minggu sebelumnya, S&P Global baru saja memberinya peringkat B-. Kedua lembaga tersebut menjalankan proses penilaian secara terpisah, dengan tim dan standar masing-masing, lalu menghasilkan dua kesimpulan independen. Artinya, Sky kini menjadi satu-satunya protokol stablecoin yang secara resmi dinilai oleh kedua lembaga pemeringkat besar tersebut. Stablecoin yang diterbitkannya bernama USDS.
Sederhananya, B3 dan B- sama-sama berada dalam kategori spekulatif, masih beberapa tingkat di bawah kategori layak investasi. Moody’s menyoroti masalah utama pada kumpulan cadangan Sky Reserves yang terlalu tipis. Menurut sejumlah laporan, cadangan ini mencakup kurang dari satu persen aset ⚖️ Jadi, peringkat ini bukanlah bukti keunggulan, melainkan tiket masuk. Investor institusional kini bisa menilai protokol yang sepenuhnya berjalan di blockchain menggunakan skala kredit yang sudah akrab bagi mereka di keuangan tradisional.
Ironisnya, tepat setelah peringkat itu diumumkan, pasar justru melepas tokennya pada hari yang sama 📉 Harga SKY kini tercatat sebesar 0,079 dolar AS, turun 10% dalam 24 jam, dengan kapitalisasi pasar sekitar 1,85 miliar dolar AS. Sementara itu, jumlah USDS yang beredar mencapai sekitar 10,2 miliar dolar AS, dengan harga 0,9992 dolar AS—mendekati patokan 1 dolar. Pasar secara keseluruhan juga sedang turun: Bitcoin di 83.377 dolar AS, melemah 2,8%, dan Ethereum di 2.568 dolar AS, turun 5%. Harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga masih menjadi tekanan dari luar.
Menurut saya, peringkat ini menjawab apakah Sky bisa dimasukkan ke dalam kerangka alokasi investasi institusi, bukan apakah aset ini layak dibeli. Langkah pertama institusi saat masuk bukanlah melihat imbal hasil, melainkan memastikan apakah aset tersebut bisa dijelaskan dengan istilah yang sudah tersedia dalam sistem manajemen risiko mereka. Peringkat B3 mengubah posisi Sky dari sesuatu yang tak bisa dideskripsikan menjadi sesuatu yang bisa dideskripsikan. Ini langkah dari nol ke satu, tetapi kategori spekulatif juga berarti biaya pendanaannya akan jauh lebih tinggi daripada aset berperingkat layak investasi. Protokol ini sendiri mencantumkan perolehan peringkat layak investasi sebagai sasaran jangka panjang. Jalannya masih panjang.
Ada tiga hal yang patut dicermati. Pertama, apakah kumpulan cadangan bisa benar-benar diisi hingga mencapai batas minimum yang ditetapkan melalui tata kelola. Kedua, apakah kerangka untuk menambah cadangan secara bertahap menggunakan laba bersih yang ditahan akan diwujudkan sesuai peta jalan. Ketiga, porsi aset stabil dalam cadangan. Sebelumnya, protokol ini menyampaikan bahwa cadangannya sebesar 150 juta dolar AS dan separuhnya dialokasikan ke aset stabil 🔍
Sedikit konteks tambahan: persaingan peringkat kali ini sebenarnya menandakan perubahan strategi di sektor stablecoin. Dulu, semua berlomba menawarkan bunga lebih tinggi dan likuiditas on-chain yang lebih dalam. Kini, persaingannya mulai bergeser ke siapa yang struktur aset dan liabilitasnya tahan diperiksa pihak ketiga. Masuknya lembaga pemeringkat tradisional menandakan bahwa modal yang patuh pada regulasi mulai memandang protokol on-chain sebagai pihak lawan transaksi yang bisa dinilai. Peringkat rendah bukan hal buruk; tidak punya peringkatlah yang menjadi masalah.
Saat memilih stablecoin, apakah Anda lebih mengutamakan imbal hasil atau ketersediaan peringkat? Yuk, diskusikan di kolom komentar.
Setiap hari, kami mengajak Anda mengikuti perkembangan stablecoin dan sorotan dunia kripto. Bukan hanya melihat berita apa yang terjadi, tetapi juga memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
