Luke Gromen menyoroti konfigurasi makro yang krusial: jika suku bunga riil AS menembus 2%, bersiaplah menghadapi reaksi berantai — dolar menguat tajam, imbal hasil obligasi melonjak, saham terjual, dan aset berisiko terpukul hebat. Pemicunya? Pembalikan posisi Investasi Internasional Neto AS yang kacau.

Artinya: Pasar menghadapi dua kemungkinan — keruntuhan serius atau The Fed/Treasury turun tangan dengan likuiditas dolar dalam jumlah besar. Kita pernah melihat skenario ini sebelumnya. Suku bunga riil sangat penting. Pantau titik impas TIPS 10 tahun dan imbal hasil nominal dengan saksama. Jika suku bunga riil menembus 2%, volatilitas melonjak dan mengambil posisi defensif menjadi sangat penting.

Ini bukan sekadar teori — ini soal arus modal, tekanan pendanaan dolar, dan apa yang lebih dulu runtuh. Manajer portofolio sebaiknya menguji ketahanan eksposur durasi dan beta saham terhadap skenario ini.