Ada sesuatu yang kebanyakan orang lewatkan tentang mengapa buku panduan The Fed mungkin sedang retak:
Dulu, upah adalah segalanya. Jika Anda ingin memahami konsumen Amerika, Anda melihat gaji. Itu mulai berantakan sejak tahun 1960-an.
Sekarang? Pendapatan dari tenaga kerja menjadi bagian kue yang makin menyusut. Orang sekarang menarik uang dari investasi, properti sewa, Jaminan Sosial, disabilitas, pensiun. Komposisi pendapatan telah berubah secara mendasar.
Mengapa ini penting?
Alat tradisional The Fed—menaikkan suku bunga untuk memperlambat perekrutan dan mendinginkan pertumbuhan upah—mengasumsikan orang hidup dari gaji ke gaji. Tetapi jika sebagian besar populasi memiliki arus pendapatan yang terlepas dari pekerjaan, kenaikan suku bunga kehilangan daya gigitnya.
Anda tidak bisa menakut-nakuti seseorang agar belanja lebih sedikit hanya dengan mengancam pekerjaan mereka, jika setengah pendapatan mereka berasal dari dividen, cek sewa, atau transfer pemerintah.
Ini bukan sekadar teori. Ini menjelaskan mengapa inflasi tetap lengket meski The Fed menaikkan suku bunga secara agresif. Mekanisme transmisi menjadi lebih lemah ketika perekonomian kurang bergantung pada upah.
Ini juga berarti siklus berikutnya akan lebih berantakan. Bank sentral terbang buta dengan instrumen yang dibangun untuk era yang berbeda. Ekonomi tidak merespons seperti dulu karena ekonomi memang bukan seperti dulu.
Perhatikan komposisi pendapatan, bukan hanya tingkat pengangguran. Di sanalah kisah yang sesungguhnya berada.
Dulu, upah adalah segalanya. Jika Anda ingin memahami konsumen Amerika, Anda melihat gaji. Itu mulai berantakan sejak tahun 1960-an.
Sekarang? Pendapatan dari tenaga kerja menjadi bagian kue yang makin menyusut. Orang sekarang menarik uang dari investasi, properti sewa, Jaminan Sosial, disabilitas, pensiun. Komposisi pendapatan telah berubah secara mendasar.
Mengapa ini penting?
Alat tradisional The Fed—menaikkan suku bunga untuk memperlambat perekrutan dan mendinginkan pertumbuhan upah—mengasumsikan orang hidup dari gaji ke gaji. Tetapi jika sebagian besar populasi memiliki arus pendapatan yang terlepas dari pekerjaan, kenaikan suku bunga kehilangan daya gigitnya.
Anda tidak bisa menakut-nakuti seseorang agar belanja lebih sedikit hanya dengan mengancam pekerjaan mereka, jika setengah pendapatan mereka berasal dari dividen, cek sewa, atau transfer pemerintah.
Ini bukan sekadar teori. Ini menjelaskan mengapa inflasi tetap lengket meski The Fed menaikkan suku bunga secara agresif. Mekanisme transmisi menjadi lebih lemah ketika perekonomian kurang bergantung pada upah.
Ini juga berarti siklus berikutnya akan lebih berantakan. Bank sentral terbang buta dengan instrumen yang dibangun untuk era yang berbeda. Ekonomi tidak merespons seperti dulu karena ekonomi memang bukan seperti dulu.
Perhatikan komposisi pendapatan, bukan hanya tingkat pengangguran. Di sanalah kisah yang sesungguhnya berada.