📰 Saat berpidato di Singapura, Vitalik menyampaikan pandangan yang cukup menggugah: AI mungkin akan menjadi antarmuka pengguna yang baru. Ke depannya, banyak orang mungkin tak perlu lagi membuka aplikasi atau situs web tradisional untuk berinteraksi dengan blockchain, tetapi cukup meminta AI Agent menulis skrip, menjalankan transaksi, bahkan membantu memahami peluang on-chain.

💡 Ia juga membahas perkembangan blockchain, dari “aset yang dapat diprogram” menjadi “data yang dapat diprogram”. Dengan bantuan zero-knowledge proof, pengguna dapat membuktikan bahwa mereka memenuhi syarat tertentu tanpa harus menyerahkan informasi lengkap. Terutama di era ketika AI membaca dan memproses begitu banyak data pribadi, privasi tidak seharusnya secara default sepenuhnya terbuka. Pengguna sendirilah yang seharusnya menentukan informasi apa yang ingin diungkapkan.

🔥 Namun, hal ini tidak semudah kedengarannya. AI dapat membantu menemukan celah perangkat lunak dan meningkatkan standar keamanan, tetapi AI juga bisa diserang melalui Prompt Injection atau keliru memahami maksud transaksi pengguna. Beberapa risiko pada antarmuka depan tradisional mungkin berkurang, tetapi risiko baru akan bergeser ke persoalan apakah AI bisa dipercaya dan apakah eksekusinya akurat.

Sejujurnya, hal yang paling menarik untuk direnungkan adalah bahwa di masa depan, pihak yang bertransaksi dengan kita mungkin berupa Bot, bahkan aplikasinya pun mungkin ditulis oleh Bot. App dalam pengertian tradisional lambat laun bisa berubah menjadi interaksi langsung antar-Agent. Vitalik memperkirakan bahwa dalam dua tahun ke depan, transaksi Ethereum akan menjadi lebih murah dan lebih privat, tetapi masalah keamanan juga akan terus merambah hingga ke tingkat perangkat keras.

🤔 Jika kelak AI Agent bisa langsung mengelola aset on-chain milikmu, apakah kamu bersedia memberikan wewenang penuh, atau hanya mau AI membuat skrip yang kemudian kamu konfirmasi sendiri?

#Vitalik #以太坊 #AI Agen #PrivasiBlockchain