📰 Baru bergabung dengan Meta pada bulan Juni, empat bulan kemudian timnya dikabarkan terkena pemangkasan. Tim Virtue AI yang dipimpin profesor Berkeley Song Xiaodong tampaknya mengalami perubahan dalam kerja samanya dengan Meta. Alasan resmi yang diberikan adalah “gaya kerja yang tidak cocok”.
Perekrutan ini bukanlah akuisisi seluruh perusahaan. Meta merekrut Song Xiaodong, Bo Li, Sanmi Koyejo, serta sejumlah anggota tim lainnya untuk bergabung dengan Superintelligence Labs. Virtue AI awalnya berfokus pada pengujian keamanan AI, simulasi serangan, pengujian red team, dan perlindungan setelah peluncuran.
🔥 Awalnya, kerja sama ini sebenarnya berjalan lancar. Virtue AI dapat memanfaatkan produk dan basis pengguna Meta untuk menerapkan kemampuan keamanan dalam skala yang lebih besar; Meta juga sedang gencar mengembangkan AI Agent dan superintelligence, sehingga membutuhkan orang untuk menangani masalah seperti model yang lepas kendali, kebocoran data, dan instruksi berbahaya.
Namun, tak disangka, baru empat bulan bekerja sama, kedua pihak sudah mengalami perbedaan pendapat. Meta menyatakan sedang memangkas sejumlah karyawan dari Virtue AI, tetapi laporan tersebut tidak memastikan apakah Song Xiaodong dan yang lainnya juga semuanya telah keluar. Saat itu, tim Virtue AI juga belum memberikan tanggapan.
💡 Sejujurnya, alasan “gaya kerja yang tidak cocok” terdengar agak terlalu umum. Tim rintisan terbiasa bekerja mandiri dan fleksibel, serta cepat mencoba berbagai hal. Namun, setelah masuk ke perusahaan besar, mereka harus menghadapi lebih banyak proses dan pengaturan organisasi. Konflik seperti ini bisa jadi lebih sulit ditangani daripada persoalan teknis. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengunduran diri karyawan yang diakuisisi mencapai 33% pada tahun pertama, dibandingkan 12% untuk karyawan yang direkrut secara biasa. Jadi, kecocokan dengan organisasi memang bukan perkara sepele.
🤔 Menurutmu, setelah bergabung dengan perusahaan besar, tim AI papan atas lebih mudah terhambat oleh arah teknis atau cara pengelolaan?
#AI安全 #Meta #VirtueAI #KecerdasanBuatan
Perekrutan ini bukanlah akuisisi seluruh perusahaan. Meta merekrut Song Xiaodong, Bo Li, Sanmi Koyejo, serta sejumlah anggota tim lainnya untuk bergabung dengan Superintelligence Labs. Virtue AI awalnya berfokus pada pengujian keamanan AI, simulasi serangan, pengujian red team, dan perlindungan setelah peluncuran.
🔥 Awalnya, kerja sama ini sebenarnya berjalan lancar. Virtue AI dapat memanfaatkan produk dan basis pengguna Meta untuk menerapkan kemampuan keamanan dalam skala yang lebih besar; Meta juga sedang gencar mengembangkan AI Agent dan superintelligence, sehingga membutuhkan orang untuk menangani masalah seperti model yang lepas kendali, kebocoran data, dan instruksi berbahaya.
Namun, tak disangka, baru empat bulan bekerja sama, kedua pihak sudah mengalami perbedaan pendapat. Meta menyatakan sedang memangkas sejumlah karyawan dari Virtue AI, tetapi laporan tersebut tidak memastikan apakah Song Xiaodong dan yang lainnya juga semuanya telah keluar. Saat itu, tim Virtue AI juga belum memberikan tanggapan.
💡 Sejujurnya, alasan “gaya kerja yang tidak cocok” terdengar agak terlalu umum. Tim rintisan terbiasa bekerja mandiri dan fleksibel, serta cepat mencoba berbagai hal. Namun, setelah masuk ke perusahaan besar, mereka harus menghadapi lebih banyak proses dan pengaturan organisasi. Konflik seperti ini bisa jadi lebih sulit ditangani daripada persoalan teknis. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengunduran diri karyawan yang diakuisisi mencapai 33% pada tahun pertama, dibandingkan 12% untuk karyawan yang direkrut secara biasa. Jadi, kecocokan dengan organisasi memang bukan perkara sepele.
🤔 Menurutmu, setelah bergabung dengan perusahaan besar, tim AI papan atas lebih mudah terhambat oleh arah teknis atau cara pengelolaan?
#AI安全 #Meta #VirtueAI #KecerdasanBuatan