Solana Foundation mengumumkan pada Selasa peluncuran Solana DvP, program penyelesaian sumber terbuka bagi lembaga keuangan yang bertujuan memangkas waktu penyelesaian.

Solana DvP menawarkan antarmuka pemrograman aplikasi sumber terbuka untuk penyelesaian delivery-versus-payment (DvP) di Solana.

Program ini bertujuan memangkas waktu penyelesaian transaksi sekuritas dari satu hingga dua hari menjadi hitungan detik dengan mentransfer aset dan pembayaran dalam satu transaksi yang akan terlaksana sepenuhnya atau tidak berlaku sama sekali, kata Solana Foundation dalam siaran pers. Program ini dirancang untuk menawarkan alternatif yang dapat digunakan kembali oleh lembaga keuangan, sebagai pengganti smart contract yang dibuat khusus.

Standar penyelesaian transaksi ini merupakan jenis “infrastruktur fundamental” yang dibutuhkan para pelaku pasar institusional untuk “beroperasi dalam skala besar tanpa menimbulkan risiko penyelesaian transaksi dan eksposur terhadap pihak lawan,” ujar Rhodel D’Souza, kepala aset digital pasar di JPMorgan. Bank tersebut memberikan masukan mengenai praktik dan persyaratan penyelesaian transaksi institusional selama pengerjaan DvP di Solana.

Pengumuman ini menambah upaya untuk mempercepat penyelesaian transaksi keuangan dengan menggunakan infrastruktur blockchain. Pada Juni 2025, Chainlink, Kinexys milik JPMorgan, dan Ondo Finance menyelesaikan uji coba DvP lintas chain yang melibatkan dana Treasury AS milik Ondo yang ditokenisasi dan pembayaran melalui Kinexys.

Pada Senin, perusahaan induk Kraken, Payward, menjalin kemitraan dengan Singapore Gulf Bank untuk memungkinkan penyelesaian transaksi dolar AS 24/7 bagi klien institusional tertentu di Asia dan kawasan Teluk.