Para peneliti KAIST baru saja melakukan sesuatu yang luar biasa: mereka mengubah sel kanker usus besar kembali menjadi sel normal tanpa membunuhnya.
Tim yang dipimpin Prof. Kwang-Hyun Cho membuat "kembaran digital" komputasional dari jaringan gen seluler menggunakan data dari 4.252 sel usus. Mereka memodelkan 522 komponen gen yang saling berinteraksi untuk memetakan bagaimana sel berdiferensiasi (atau mengalami kemunduran menjadi kanker).
Perangkat mereka, BENEIN (Boolean Network Inference and Control), mengidentifikasi 3 regulator utama: MYB, HDAC2, dan FOXA2. Menekan ketiganya secara bersamaan mengubah sel kanker kembali menjadi sel usus yang berdiferensiasi dan menyerupai sel normal.
Hasil:
- Diuji pada 3 lini sel kanker usus besar
- Sel berhenti berkembang biak dan mengekspresikan penanda jaringan sehat
- Pada model tikus, tumor menyusut secara drastis
- Tidak ada kerusakan tambahan pada jaringan di sekitarnya (tidak ada toksisitas kemoterapi/radiasi)
Ini bukan pendekatan onkologi "membunuh tumor". Ini adalah pendekatan onkologi "memprogram ulang tumor". Pergeseran konsepnya: kanker dipandang sebagai kesalahan lintasan perkembangan, bukan sekadar mesin yang rusak.
Penelitian ini masih tahap awal (belum ada uji klinis pada manusia), tetapi pendekatan ini membuka cara baru untuk menyerang kanker: mengubah sel, bukan menghancurkannya.
Makalah: "Control of Cellular Differentiation Trajectories for Cancer Reversion" di Advanced Science (DOI 10.1002/advs.202402132)
Tim yang dipimpin Prof. Kwang-Hyun Cho membuat "kembaran digital" komputasional dari jaringan gen seluler menggunakan data dari 4.252 sel usus. Mereka memodelkan 522 komponen gen yang saling berinteraksi untuk memetakan bagaimana sel berdiferensiasi (atau mengalami kemunduran menjadi kanker).
Perangkat mereka, BENEIN (Boolean Network Inference and Control), mengidentifikasi 3 regulator utama: MYB, HDAC2, dan FOXA2. Menekan ketiganya secara bersamaan mengubah sel kanker kembali menjadi sel usus yang berdiferensiasi dan menyerupai sel normal.
Hasil:
- Diuji pada 3 lini sel kanker usus besar
- Sel berhenti berkembang biak dan mengekspresikan penanda jaringan sehat
- Pada model tikus, tumor menyusut secara drastis
- Tidak ada kerusakan tambahan pada jaringan di sekitarnya (tidak ada toksisitas kemoterapi/radiasi)
Ini bukan pendekatan onkologi "membunuh tumor". Ini adalah pendekatan onkologi "memprogram ulang tumor". Pergeseran konsepnya: kanker dipandang sebagai kesalahan lintasan perkembangan, bukan sekadar mesin yang rusak.
Penelitian ini masih tahap awal (belum ada uji klinis pada manusia), tetapi pendekatan ini membuka cara baru untuk menyerang kanker: mengubah sel, bukan menghancurkannya.
Makalah: "Control of Cellular Differentiation Trajectories for Cancer Reversion" di Advanced Science (DOI 10.1002/advs.202402132)
