Dua sinyal keras kepala yang patut dicermati:
Harga minyak mentah Brent masih di atas $100, meski arus lalu lintas di Selat Hormuz hampir kembali normal. CEO Aramco baru saja menyebut persediaan korporasi dan negara "sangat mengkhawatirkan tipisnya." Pengisian kembali persediaan membutuhkan waktu. Ini bukan masalah yang bisa cepat dibereskan.
Dan imbal hasil Treasury 10 tahun bertahan di 5,30%, meski data mulai mendingin dan pernyataan Fed bernada dovish. Ini bukan lagi soal gejolak jangka pendek. Ini soal dinamika struktural penawaran dan permintaan: pemerintah membanjiri pasar dengan obligasi jangka panjang, sementara pembeli tradisional mulai mundur.
Pergerakan ini bukan didorong oleh berita utama. Ini adalah faktor fundamental yang berkembang perlahan dan tak akan berbalik dalam semalam. Perhatikan baik-baik.
Harga minyak mentah Brent masih di atas $100, meski arus lalu lintas di Selat Hormuz hampir kembali normal. CEO Aramco baru saja menyebut persediaan korporasi dan negara "sangat mengkhawatirkan tipisnya." Pengisian kembali persediaan membutuhkan waktu. Ini bukan masalah yang bisa cepat dibereskan.
Dan imbal hasil Treasury 10 tahun bertahan di 5,30%, meski data mulai mendingin dan pernyataan Fed bernada dovish. Ini bukan lagi soal gejolak jangka pendek. Ini soal dinamika struktural penawaran dan permintaan: pemerintah membanjiri pasar dengan obligasi jangka panjang, sementara pembeli tradisional mulai mundur.
Pergerakan ini bukan didorong oleh berita utama. Ini adalah faktor fundamental yang berkembang perlahan dan tak akan berbalik dalam semalam. Perhatikan baik-baik.
