Data non-farm AS September hanya bertambah 29.000, ekspektasi 84.000 hingga 90.000—bukan cuma di bawah ekspektasi, tapi juga di bawah batas bawah prediksi semua institusi. Tingkat pengangguran naik dari 4,1% menjadi 4,2%; total koreksi untuk lowongan kerja Juli dan Agustus turun sekitar 60.000; dalam tiga bulan terakhir, rata-rata penambahan per bulan hanya sekitar 17.000. Rata-rata upah per jam secara bulanan naik 0,1% dan tahunan 3,0%—keduanya sama-sama di bawah ekspektasi.
Pasar memberikan respons khas “kabar buruk adalah kabar baik”: pada hari Jumat Dow Jones naik sekitar 0,5%, S&P 500 naik 0,73%, dan Nasdaq naik 1,19% ke 27190 poin, bahkan sempat mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa. Namun ada detail yang patut diperhatikan—setelah data dirilis, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat turun 6 basis poin ke 5,18%, lalu berbalik secara tajam (V-shape). Pasar saham AS juga kemudian turun dari level tertingginya selama sesi. Pasar obligasi sendiri tampaknya belum benar-benar “menyelesaikan” interpretasinya.
Penetapan harga (pricing) di CME sangat gamblang: probabilitas penundaan suku bunga pada Oktober naik menjadi 77%–86% (tergantung metrik yang dipakai). Sementara peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin ditekan ke sekitar 14%. Para trader pada dasarnya tidak lagi sepenuhnya memasukkan skenario bahwa masih ada satu kali kenaikan suku bunga lagi sepanjang tahun.
Saya cenderung berpikir narasi “musim Natal” kali ini terlalu dilebih-lebihkan. Dua alasan: pertama, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran awal masih bertahan di level terendah 57 tahun; kenaikan 29.000 dalam satu bulan lebih mirip produk dari statistik yang tidak presisi (seasonal adjustment) dibanding bukti bahwa pasar tenaga kerja benar-benar berbalik arah; kedua, penurunan imbal hasil hanya bertahan sangat singkat sebelum berbalik, yang menunjukkan pasar obligasi sebenarnya tidak benar-benar meyakini bahwa pelonggaran akan segera datang.
Yang benar-benar perlu diawasi adalah bulan depan. Jika non-farm Oktober terus berada di bawah 50.000, itu berarti trennya. Tapi jika memantul kembali ke atas 80.000, maka pergerakan hari ini hanyalah transaksi kebisingan data (data noise).
Kamu lebih percaya bahwa pekerjaan benar-benar sedang melakukan pengereman mendadak, atau bahwa ilusi statistik akibat penyesuaian musiman yang keliru? Pilih kubumu di kolom komentar.
#Saham AS Jumat ditutup menguat tapi lemah, data pekerjaan mengangkat sentiment
Pasar memberikan respons khas “kabar buruk adalah kabar baik”: pada hari Jumat Dow Jones naik sekitar 0,5%, S&P 500 naik 0,73%, dan Nasdaq naik 1,19% ke 27190 poin, bahkan sempat mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa. Namun ada detail yang patut diperhatikan—setelah data dirilis, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat turun 6 basis poin ke 5,18%, lalu berbalik secara tajam (V-shape). Pasar saham AS juga kemudian turun dari level tertingginya selama sesi. Pasar obligasi sendiri tampaknya belum benar-benar “menyelesaikan” interpretasinya.
Penetapan harga (pricing) di CME sangat gamblang: probabilitas penundaan suku bunga pada Oktober naik menjadi 77%–86% (tergantung metrik yang dipakai). Sementara peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin ditekan ke sekitar 14%. Para trader pada dasarnya tidak lagi sepenuhnya memasukkan skenario bahwa masih ada satu kali kenaikan suku bunga lagi sepanjang tahun.
Saya cenderung berpikir narasi “musim Natal” kali ini terlalu dilebih-lebihkan. Dua alasan: pertama, jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran awal masih bertahan di level terendah 57 tahun; kenaikan 29.000 dalam satu bulan lebih mirip produk dari statistik yang tidak presisi (seasonal adjustment) dibanding bukti bahwa pasar tenaga kerja benar-benar berbalik arah; kedua, penurunan imbal hasil hanya bertahan sangat singkat sebelum berbalik, yang menunjukkan pasar obligasi sebenarnya tidak benar-benar meyakini bahwa pelonggaran akan segera datang.
Yang benar-benar perlu diawasi adalah bulan depan. Jika non-farm Oktober terus berada di bawah 50.000, itu berarti trennya. Tapi jika memantul kembali ke atas 80.000, maka pergerakan hari ini hanyalah transaksi kebisingan data (data noise).
Kamu lebih percaya bahwa pekerjaan benar-benar sedang melakukan pengereman mendadak, atau bahwa ilusi statistik akibat penyesuaian musiman yang keliru? Pilih kubumu di kolom komentar.
#Saham AS Jumat ditutup menguat tapi lemah, data pekerjaan mengangkat sentiment