Bitcoin musim ini naik 40%, para peretas juga sekaligus menciptakan rekor: dalam tiga bulan, uang senilai 1,26 miliar dolar digelapkan 💥

📈 进群一起分析行情

Berdasarkan statistik terbaru dari perusahaan keamanan on-chain CertiK, pada kuartal ketiga 2026 terjadi total 247 insiden keamanan di industri kripto, dengan total kerugian mencapai 1,26 miliar dolar. Dari jumlah itu, September yang paling parah—99 kasus dalam satu bulan, jumlah terbanyak sejak Februari 2025; nilai yang dicuri mencapai 768,5 juta dolar, sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk satu bulan di tahun 2026. Jika diperpanjang hingga dari awal tahun, total kerugian sampai saat ini sudah mencapai 2,68 miliar dolar.

Insiden terbesar berasal dari sebuah celah pada satu bursa senilai sekitar 387 juta dolar—bahkan menyumbang kira-kira sepertiga dari total kerugian kuartal itu 🦖

Di sinilah letak kontrasnya. Dalam kuartal yang sama, Bitcoin naik sekitar 40%, ETF spot menyedot dana puluhan miliar dolar, dan para analis menyebutnya dengan frasa “bull market baru telah datang”. Uang terus mengalir masuk, tetapi uang yang bisa digelapkan juga ikut menyegarkan rekor.

Lalu kenapa kali ini institusi tidak banyak jadi sasaran? Analis senior Nansen, Nicolai Sondergaard, menjelaskannya dengan lugas: sebagian besar institusi membeli produk yang teregulasi dan kemasannya standar yang bisa dipahami (ETF, kustodian), dan pada dasarnya tidak menyentuh DeFi on-chain. Dengan kata lain, uang yang dicuri ini sebagian besar terjadi di sisi investor ritel dan protokol on-chain.

Yang lebih patut diwaspadai adalah asuransi. Laporan CoinGecko di akhir Agustus menunjukkan kemampuan penjaminan asuransi kripto on-chain hanya 130,2 juta dolar, turun dari 163 juta dolar setahun lalu—atau berkurang 20,2% ⚠️ Risikonya naik, tetapi jaring pengaman justru mengecil. Penilaian Sondergaard adalah: kerusakan reputasi mungkin lebih besar dampaknya daripada kerugian itu sendiri. Rangkaian celah yang terus terjadi bisa membuat institusi melambat, membuat regulasi makin ketat, dan membuat pihak yang mengalokasikan dana menuntut premi risiko yang lebih tinggi.

Ada satu variabel baru lagi: AI. Lembaga keamanan Blockaid memperkirakan akan muncul beberapa insiden terkait AI agent. Teknik yang paling sering adalah “prompt injection”—membujuk AI agent agar melakukan pekerjaan untuk penyerang dengan instruksi tersembunyi. Mencari celah kini bergeser dari “dikerjakan oleh insinyur berpengalaman selama berbulan-bulan” menjadi “mesin yang menjalankan tugas per jam”.

Pendapat saya: kekurangan yang paling diremehkan pada bull market kali ini bukan regulasi, melainkan keamanan. Di sisi lain bull market, motivasi ekonomi untuk menyerang justru makin kuat. Selama ada orang yang bersedia membayar aset yang dicuri, celah akan terus digali berulang. Bagi Anda yang memegang sendiri (self-custody), hal paling penting bukan mengejar tren, melainkan mengelola tiga hal: izin (authorization), kunci privat, dan urusan phishing.

Aset Anda lebih banyak disimpan di bursa, atau Anda yang memegang sendiri di wallet? Diskusikan di kolom komentar.

Klik avatar untuk nonton live

Setiap hari saya temani Anda mengikuti tren terpanas kripto—bukan sekadar melihat berita apa yang terjadi, tapi juga membantu Anda memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀