Momentum manufaktur mendingin sedikit—PMI turun menjadi 54,5, di bawah ekspektasi. Tapi lihat detailnya: pesanan baru melaju ke 55,3, sementara ketenagakerjaan menguat ke 52,7. Inti ceritanya? Harga yang dibayar melonjak ke 77,9 dari 71,1. Itu tidak samar.

Permintaan masih ada. Pabrik masih merekrut. Tapi biaya input kembali naik dengan cepat. Data seperti inilah yang membuat bank sentral susah tidur—cukup kuat untuk membenarkan suku bunga tetap tinggi dalam jangka panjang, tetapi juga cukup inflasioner untuk membuat mereka gelisah.

Pasar suka mengurai setiap angka desimal. Tapi polanya lebih penting: aktivitas yang tetap tangguh bertemu dengan tekanan biaya yang tetap lengket. Kita sudah melihat film ini sebelumnya. Tidak selalu berakhir dengan pendaratan lunak.