🚨 Binance kembali mendapat sorotan di Eropa — dan masalah ini lebih besar daripada sekadar pencatatan token baru.
Pejabat Uni Eropa dilaporkan mempertanyakan bagaimana Binance terus melayani sejumlah pelanggan di Eropa setelah tenggat transisi MiCA.
Istilah kuncinya adalah “reverse solicitation” (permintaan yang berasal dari pelanggan).
Berdasarkan pengecualian terbatas ini, penyedia kripto non-Uni Eropa berpotensi melayani pelanggan jika pelanggan tersebut secara mandiri memulai hubungan, alih-alih platform secara aktif memasarkan layanannya kepada mereka.
Financial Times melaporkan bahwa regulator Eropa sedang memeriksa ketergantungan Binance pada pengecualian ini. Reuters telah memberitakan laporan FT tersebut, tetapi menyatakan belum memverifikasi klaim yang mendasarinya secara independen.
Binance sebelumnya mengonfirmasi bahwa mereka menarik permohonan MiCA di Yunani dan bermaksud mengajukan permohonan otorisasi di negara anggota Uni Eropa lainnya. Binance saat itu mengatakan bahwa pengguna yang terdampak akan dihubungi secara langsung dan aset pengguna akan tetap dapat diakses.
🕌 Bagi pengguna kripto Muslim, ada pelajaran yang lebih luas di sini yang tidak ada kaitannya dengan menetapkan suatu aset halal atau haram:
Memilih bursa bukan hanya soal koin apa saja yang terdaftar di sana.
Telusuri juga:
• Di mana platform tersebut memiliki otorisasi resmi
• Siapa yang sebenarnya menyimpan aset Anda
• Apakah layanan yang tersedia saat ini dapat berubah di yurisdiksi Anda
• Apakah menyimpan semuanya di satu bursa terpusat menimbulkan risiko pihak lawan yang tidak perlu
📌 Teliti platform dengan saksama, sama seperti saat Anda meneliti token.
Jangan panik. Jangan berspekulasi. Namun, risiko regulasi juga patut diperhatikan.
Apakah Anda memeriksa status regulasi suatu bursa sebelum menyimpan dana di sana?
#Binance #CryptoRegulation #CryptoEducation #HalalCryptoGuide
Hanya untuk edukasi — bukan nasihat keuangan atau fatwa.
Pejabat Uni Eropa dilaporkan mempertanyakan bagaimana Binance terus melayani sejumlah pelanggan di Eropa setelah tenggat transisi MiCA.
Istilah kuncinya adalah “reverse solicitation” (permintaan yang berasal dari pelanggan).
Berdasarkan pengecualian terbatas ini, penyedia kripto non-Uni Eropa berpotensi melayani pelanggan jika pelanggan tersebut secara mandiri memulai hubungan, alih-alih platform secara aktif memasarkan layanannya kepada mereka.
Financial Times melaporkan bahwa regulator Eropa sedang memeriksa ketergantungan Binance pada pengecualian ini. Reuters telah memberitakan laporan FT tersebut, tetapi menyatakan belum memverifikasi klaim yang mendasarinya secara independen.
Binance sebelumnya mengonfirmasi bahwa mereka menarik permohonan MiCA di Yunani dan bermaksud mengajukan permohonan otorisasi di negara anggota Uni Eropa lainnya. Binance saat itu mengatakan bahwa pengguna yang terdampak akan dihubungi secara langsung dan aset pengguna akan tetap dapat diakses.
🕌 Bagi pengguna kripto Muslim, ada pelajaran yang lebih luas di sini yang tidak ada kaitannya dengan menetapkan suatu aset halal atau haram:
Memilih bursa bukan hanya soal koin apa saja yang terdaftar di sana.
Telusuri juga:
• Di mana platform tersebut memiliki otorisasi resmi
• Siapa yang sebenarnya menyimpan aset Anda
• Apakah layanan yang tersedia saat ini dapat berubah di yurisdiksi Anda
• Apakah menyimpan semuanya di satu bursa terpusat menimbulkan risiko pihak lawan yang tidak perlu
📌 Teliti platform dengan saksama, sama seperti saat Anda meneliti token.
Jangan panik. Jangan berspekulasi. Namun, risiko regulasi juga patut diperhatikan.
Apakah Anda memeriksa status regulasi suatu bursa sebelum menyimpan dana di sana?
#Binance #CryptoRegulation #CryptoEducation #HalalCryptoGuide
Hanya untuk edukasi — bukan nasihat keuangan atau fatwa.