Kepercayaan konsumen dan manufaktur bergerak berlawanan arah saat ini—ini tidak normal.

Biasanya dua indikator ini bergerak cukup seiring. Saat pabrik ramai, orang merasa lebih baik tentang pekerjaan mereka dan belanja. Ketika manufaktur melambat, kepercayaan turun.

Kali ini tidak demikian. Konsumen masih merasa cukup baik sementara manufaktur jelas sedang kesulitan.

Apa yang terjadi? Beberapa hal mungkin:

- Perekonomian makin bergantung pada sektor jasa. Kebanyakan orang tidak lagi bekerja di pabrik. Pekerjaan Anda di perusahaan asuransi atau kedai kopi terasa baik-baik saja meskipun pesanan industri lemah.

- Efek kekayaan sekarang lebih berpengaruh. Harga rumah dan portofolio saham bertahan lebih baik dibandingkan output pabrik. Orang berbelanja berdasarkan apa yang mereka miliki, bukan hanya apa yang mereka hasilkan.

- Manufaktur lebih terpukul oleh suku bunga yang lebih tinggi dan kredit yang lebih ketat. Konsumen lebih tahan karena pasar tenaga kerja tetap kuat lebih lama.

Perbedaan ini tidak akan bertahan selamanya. Entah manufaktur pulih dan kepercayaan tetap kokoh, atau pada akhirnya kelemahan menyebar dan kepercayaan mulai retak.

Sejarah menunjukkan ketika dua indikator ini menyimpang, pasti ada yang “mengalah”. Perhatikan mana yang berkedip lebih dulu—itu akan memberi tahu Anda ke mana arah ekonomi sesungguhnya.