Logika inti pasar hari ini: imbal hasil obligasi AS naik, perbedaan pendapat internal The Fed terkait kenaikan suku bunga makin tajam, harga minyak turun namun risiko geopolitik belum hilang, sementara data ekonomi terus melemah.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun sempat menembus 5,6%, tenor 10 tahun menyentuh 5,29%. Suku bunga tinggi terus menekan aset berisiko seperti bitcoin, dan turut membebani sektor keuangan.

Williams menyebut belum ada kebutuhan untuk bertindak terburu-buru, sementara ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada bulan Oktober turun menjadi sekitar 50%. Namun pejabat seperti Brough, Goolsby, dan lainnya tetap menekankan risiko inflasi, sehingga posisi internal The Fed terlihat jelas terpecah.

Arab Saudi memulihkan sebagian kapasitas ekspor minyak, sementara AS melepas cadangan minyak strategis, sehingga mendorong harga minyak turun. Meski demikian, situasi di Selat Hormuz masih tegang, dan risiko inflasi belum sepenuhnya reda.

Kepercayaan konsumen dan lowongan pekerjaan JOLTS sama-sama melemah, menandakan pendinginan ekonomi AS. Pasar pun tetap berhati-hati menjelang data Non-Farm Payroll (NFP).

Konflik utamanya masih: imbal hasil obligasi AS yang tetap tinggi menekan aset berisiko, sementara ketidakpastian apakah The Fed akan terus menaikkan suku bunga sedang meningkat. Bitcoin juga menghadapi tekanan jual; dalam jangka pendek, terobosan masih memerlukan katalis makro yang lebih kuat.#股票财报季