Podcast kali ini adalah catatan mingguanku; aku membahas beberapa hal nyata yang baru saja terjadi padaku.

Aku menguji ide produk kecilku sendiri dengan Claude—nilai bisnis? tidak benar-benar kuat. Masalah pengguna? juga tidak terlalu terasa. Tapi akhirnya aku sadar, aku sebenarnya hanya ingin merasakan kebahagiaan “membangun sebuah hal kecil”, seperti anak-anak bermain origami. Manusia purba pertama yang mencoret-coret dinding gua pun mungkin tidak memikirkan kegunaannya dengan jelas. Mencipta itu sendiri adalah tujuannya.

Aku juga sempat mampir ke sebuah kafe yang dulu sering didatangi saat periode awal para imigran pindah ke Selandia Baru. Namanya “Death Coffee”, tagline-nya adalah Coffee can wake up the dead. Saat itu, setiap hari setelah mengantar putriku ke daycare, aku beli secangkir kopi super kental seharga empat dolar, lalu pulang untuk mengerjakan proyek, menulis CV, dan mengikuti wawancara. Lima bulan kemudian, aku mendapat pekerjaan UX pertamaku. Mendengar ceritanya bukan untuk motivasi—melainkan untuk bilang bahwa menemukan titik tumpu dalam dirimu itu penting.

Ada juga soal putriku: liburan ini ia lulus ujian piano tingkat lima dari Royal Academy of Music (RMA/Ensklopedia Inggris), dengan predikat sangat baik. Ia ikut pameran lukisan dan tampil dalam pertunjukan teater untuk anak muda. Dari situ aku jadi teringat satu hal: AI mencari nilai rata-rata, sementara seni mencari nilai yang menyimpang. Terobosan yang mungkin bisa dilakukan orang biasa di era AI, mungkin justru bersembunyi di sana.

Podcast kali ini tidak punya kesimpulan besar apa pun—hanya minggu yang benar-benar nyata.

🎙️ Ayo dengarkan: https://redcircle.com/shows/936a3212-92e5-41c7-b6f9-39e3596adeb8/episodes/354c442f-1658-43b5-a967-9934d3ca4167