Pernahkah kamu melihat sebuah fitur AI yang pintunya tersembunyi di empat tempat berbeda?

Di sidebar ada satu, di pengaturan ada satu, di kartu beranda ada satu, dan di menu klik kanan juga ada satu.

Tim produk menyebutnya “seadanya tersedia”, sementara para ahli pengalaman pengguna menyebutnya “cakupan multi-touchpoint”.

Namun yang sebenarnya terjadi adalah: pengguna membuka produk, sama sekali tidak tahu harus mulai dari mana. Mereka mencobanya sebentar, merasa fitur ini seperti tidak terlalu berguna, lalu mematikannya.

Empat pintu masuk tidak berarti empat kali tingkat penggunaan. Dalam kebanyakan kasus, hasilnya justru nol kebiasaan.

Edisi Newsletter terbaruku sedang membahas masalah ini—mengapa produk AI membutuhkan satu “pintu utama”.

Poin inti saya adalah: pembentukan kebiasaan bergantung pada repetisi melewati jalur yang sama. Jika kamu memberi terlalu banyak pilihan kepada pengguna, mereka justru tidak akan memilih. Dengan satu pintu utama yang jelas, pengguna akan selalu tahu “masuk dari sini”, sehingga ada kesempatan untuk membangun kebiasaan penggunaan yang benar-benar terjadi.

Ini bukan berarti mengurangi jumlah fitur. Yang dimaksud adalah: tempatkan satu aksi yang paling ingin kamu bikin pengguna latih—di posisi paling terlihat dan paling konsisten—lalu pertahankan itu.

Kalau kamu sedang mengembangkan produk AI, atau sedang ragu apakah sebaiknya menyebar pintu masuk fitur ke banyak tempat, tulisan ini layak dibaca.

https://newsletter.bearliu.com/p/an-ai-product-needs-one-front-door