Minyak hari ini menyeret seluruh pasar ke bawah.

Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, sehingga Brent langsung melonjak di atas 107 dolar. Yang lebih menakutkan, imbal hasil obligasi global ikut mencatat rekor tertinggi baru sejak 2007—kombinasi pukulan ini terasa cukup “keras”.

Yang paling tidak intuitif: aset safe haven pun tidak luput. Emas spot turun hampir 3% dalam sehari dan menembus 4200, sedangkan perak lebih parah—langsung terjun sekitar 5%. Logikanya sebenarnya masih masuk akal: harga minyak naik, inflasi kembali jadi sorotan, dan pasar mulai mengantisipasi bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga. Di era suku bunga naik, emas pun tidak mampu bertahan, apalagi yang lain.

$BTC bersama dengan futures Nasdaq ikut terjun. Trump juga tidak menutup kemungkinan akan melancarkan beberapa gelombang serangan lagi terhadap Iran. Pekan ini masih ada rentetan data seperti PCE, ADP, dan Nonfarm Payrolls yang akan membombardir berturut-turut. Jika inflasi kembali melampaui perkiraan, aset berisiko kemungkinan masih akan dipukul lagi.

Opini pribadi: jangan buru-buru menyambut “pisau terbang”. Tunggu sampai harga minyak dan imbal hasil berbalik arah. Pegang posisi pada emas spot, tutup aplikasi perdagangan; bagi yang masih kosong (tidak ada posisi), menonton saja sambil minum teh susu. Kalau tangan gatal dalam kondisi seperti ini, itu sama saja dengan mengantarkan uang.

NFA DYOR

#BTC #比特币 #加密货币 #宏观经济 #美联储