Investor asing membeli saham AS pada level rekor di Q2, meskipun prediksi tentang kejatuhan dolar tak ada habisnya.
Narasi “kematian dolar” telah menjadi bahan pokok dalam komentar keuangan selama bertahun-tahun. Namun arus modal menceritakan kisah yang berbeda. Saat Anda melihat keputusan alokasi yang nyata—bukan retorika—investor global terus memberikan suara dengan dompet mereka.
Hal ini penting karena kekuatan mata uang bukan hanya soal kebijakan bank sentral atau defisit perdagangan. Ini tentang ke mana modal ingin berada. Dan saat ini, meski valuasi lebih tinggi dan riuhnya kebisingan geopolitik, pasar AS tetap menjadi tujuan.
Bukan berarti dolar tak terkalahkan atau bahwa saham AS murah. Tapi ini menunjukkan bahwa kesenjangan antara narasi dan realitas masih lebar. Pasar mengikuti uang, bukan prediksi.
Narasi “kematian dolar” telah menjadi bahan pokok dalam komentar keuangan selama bertahun-tahun. Namun arus modal menceritakan kisah yang berbeda. Saat Anda melihat keputusan alokasi yang nyata—bukan retorika—investor global terus memberikan suara dengan dompet mereka.
Hal ini penting karena kekuatan mata uang bukan hanya soal kebijakan bank sentral atau defisit perdagangan. Ini tentang ke mana modal ingin berada. Dan saat ini, meski valuasi lebih tinggi dan riuhnya kebisingan geopolitik, pasar AS tetap menjadi tujuan.
Bukan berarti dolar tak terkalahkan atau bahwa saham AS murah. Tapi ini menunjukkan bahwa kesenjangan antara narasi dan realitas masih lebar. Pasar mengikuti uang, bukan prediksi.
