Mengapa menetapkan diri sendiri target “harus untung berapa per bulan” justru lebih mudah membuat rugi?

Saat baru mulai trading, saya juga suka menetapkan target: bulan ini untung 10%, setiap hari minimal untung beberapa ratus U.

Kedengarannya seperti disiplin, padahal sebenarnya itu seperti meminta pasar membayar gaji sesuai tagihan saya.

Saat kondisi pasar sedang bagus, target cepat tercapai, lalu orang merasa masih bisa meraih lebih banyak; saat pasar buruk, demi mengejar target, standar pun sengaja diturunkan.

Yang awalnya harus menunggu konfirmasi breakout, kemudian cukup melihat satu candle hijau langsung dikejar; yang awalnya hanya trading BTC, akhirnya bahkan koin kecil yang belum pernah didengar pun berani di-leverage. Trading tidak lagi bergantung pada ada atau tidaknya peluang, melainkan bergantung pada berapa banyak yang masih kurang sebelum akhir bulan.

Contoh paling khas yang pernah saya alami dulu adalah: awal bulan saya sudah untung 8%, hanya kurang 2% dari target. Demi menutup angka itu, saya连续做了几笔本不该做的短线,最后不但没完成目标,还把前面的利润全部吐了回去。

Hasil trading memang pada dasarnya tidak merata.
Ada bulan-bulan saat peluang datang bertubi-tubi, ada juga bulan-bulan ketika langkah terbaik justru diam tanpa posisi. Kita bisa menetapkan batas maksimal drawdown, menjalankan disiplin, dan menentukan jumlah evaluasi ulang, tetapi sulit menentukan seberapa besar profit yang wajib diberikan pasar.

Begitu profit dijadikan tugas, setiap candle akan terasa seperti notifikasi penagihan.

Ingat: yang bisa dikendalikan dalam trading adalah risiko, ukuran posisi, dan eksekusi; yang tidak bisa dikendalikan adalah kapan pasar memberi uang. Mengejar target keuntungan secara paksa pada dasarnya sama dengan menggunakan modal untuk menutupi kecemasan diri sendiri.$BTC SR-826053582201BBBD0578C5A2