Saham AS terus naik minggu lalu meski imbal hasil Treasury melonjak 5% dan kekacauan geopolitik tetap berantakan. Ini tidak normal.

Saat obligasi dijual habis secara agresif dan ketidakpastian tinggi, saham biasanya ikut goyah. Kali ini? Mereka hanya mengangkat bahu.

Mungkin karena:
- Investor bertaruh bahwa The Fed sudah selesai menaikkan suku bunga
- Laba perusahaan bertahan lebih baik daripada yang dikhawatirkan
- Atau sekadar momentum dan FOMO mengalahkan fundamental

Divergensi seperti ini tidak akan bertahan selamanya. Entah obligasi yang keliru soal risiko pertumbuhan/inflasi, atau saham yang mengabaikan kenyataan.

Perhatikan seberapa lama ketidaksesuaian ini bisa bertahan. Sejarah bilang pada akhirnya sesuatu harus berubah.