Saham AI bukan cuma menang—mereka sudah mengungguli jauh.
Sejak awal 2024, indeks Bloomberg Global AI naik 118%. Sementara itu, ekuitas global (MSCI World) naik 57%. Artinya selisih 61 poin.
Bahkan pasar negara berkembang, yang sempat menyentuh rekor tertinggi dengan kenaikan 70%, tak mampu mengejar.
Imbal hasil tahunan (annualized) menceritakan semuanya:
• Saham AI: 38%
• Ekuitas global: 19%
• Pasar negara berkembang: 23%
Ini adalah konsentrasi momentum yang klasik. Segelintir tema—pusat data, chip, infrastruktur cloud—menyerap modal dengan mengorbankan yang lainnya. Saat satu sudut pasar berjalan begitu panas selama begitu lama, ada baiknya bertanya: apakah kita sedang menghargai kesempurnaan, atau ini memang norma baru?
Sejarah menunjukkan bahwa performa yang sangat berlebihan pada akhirnya akan kembali ke rata-rata (mean-revert). Namun, bagian tersulitnya adalah menentukan waktunya.
Sejak awal 2024, indeks Bloomberg Global AI naik 118%. Sementara itu, ekuitas global (MSCI World) naik 57%. Artinya selisih 61 poin.
Bahkan pasar negara berkembang, yang sempat menyentuh rekor tertinggi dengan kenaikan 70%, tak mampu mengejar.
Imbal hasil tahunan (annualized) menceritakan semuanya:
• Saham AI: 38%
• Ekuitas global: 19%
• Pasar negara berkembang: 23%
Ini adalah konsentrasi momentum yang klasik. Segelintir tema—pusat data, chip, infrastruktur cloud—menyerap modal dengan mengorbankan yang lainnya. Saat satu sudut pasar berjalan begitu panas selama begitu lama, ada baiknya bertanya: apakah kita sedang menghargai kesempurnaan, atau ini memang norma baru?
Sejarah menunjukkan bahwa performa yang sangat berlebihan pada akhirnya akan kembali ke rata-rata (mean-revert). Namun, bagian tersulitnya adalah menentukan waktunya.
