Pasokan diesel sedang dihantam keras secara global dan angkanya terlihat buruk.
Ekspor diesel Timur Tengah turun sekitar 770 ribu barel per hari dari Maret–Agustus 2026 dibanding 2025. Rusia? Turun lagi 350 ribu barel per hari selama rentang waktu yang sama. Total kerugian: lebih dari 1,1 juta barel per hari.
Ini bukan sekadar gangguan kecil. Ini adalah guncangan struktural pada pasokan.
Larangan ekspor Rusia membuat semuanya makin buruk—khusus Juli dan Agustus saja, ekspor diesel Rusia anjlok sebesar 615 ribu barel per hari secara year-over-year.
Diesel menggerakkan truk, pelayaran, pertanian, konstruksi. Saat pasokan mengencang sedemikian ketat, biaya akan merambat ke seluruh perekonomian. Tarif angkutan naik. Biaya input bagi petani dan produsen meningkat. Tekanan inflasi pun bertambah.
Ini bukan cuma cerita soal minyak. Ini cerita tentang biaya hidup, cerita tentang logistik, dan cerita makro.
Pantau selisih harga retak (diesel crack spreads), margin penyulingan, dan sektor-sektor yang sangat bergantung pada transportasi. Jika krisis pasokan ini bertahan, dampaknya akan terlihat pada laba, harga konsumen, dan keputusan bank sentral.
Ekspor diesel Timur Tengah turun sekitar 770 ribu barel per hari dari Maret–Agustus 2026 dibanding 2025. Rusia? Turun lagi 350 ribu barel per hari selama rentang waktu yang sama. Total kerugian: lebih dari 1,1 juta barel per hari.
Ini bukan sekadar gangguan kecil. Ini adalah guncangan struktural pada pasokan.
Larangan ekspor Rusia membuat semuanya makin buruk—khusus Juli dan Agustus saja, ekspor diesel Rusia anjlok sebesar 615 ribu barel per hari secara year-over-year.
Diesel menggerakkan truk, pelayaran, pertanian, konstruksi. Saat pasokan mengencang sedemikian ketat, biaya akan merambat ke seluruh perekonomian. Tarif angkutan naik. Biaya input bagi petani dan produsen meningkat. Tekanan inflasi pun bertambah.
Ini bukan cuma cerita soal minyak. Ini cerita tentang biaya hidup, cerita tentang logistik, dan cerita makro.
Pantau selisih harga retak (diesel crack spreads), margin penyulingan, dan sektor-sektor yang sangat bergantung pada transportasi. Jika krisis pasokan ini bertahan, dampaknya akan terlihat pada laba, harga konsumen, dan keputusan bank sentral.
