Malam itu, MUBARAK

Pukul 02.17 dini hari, layar ponsel Aji tiba-tiba menyala.

Dia sebenarnya sudah tidur. Siang harinya dia memindahkan barang selama sepuluh jam di perusahaan logistik, seluruh tubuhnya pegal seperti habis digilas truk. Namun cahaya dari layar itu—seperti kail—menariknya keluar dari tidur yang masih setengah.

Itu pesan dari grup Binance. Ada yang meneriakkan MUBARAK, katanya akan lepas landas.

Aji berguling. Awalnya dia ingin mengabaikannya. Bulan lalu dia baru saja rugi dua ribu yuan di FORM. Dia open long dengan leverage 20x—hasilnya, sebuah jarum turun dari 0.42 ke 0.25. Margin-nya langsung nol. Malam itu dia duduk di kamar sewanya sepanjang malam, menatap grafik K-line sambil kosong, bahkan tidak memesan makanan.

Tapi kali ini berbeda. MUBARAK baru di 0.033, market cap kecil, order book-nya ringan. Di grup ada yang bilang, di Timur Tengah ada kabar besar keluar; koin ini bisa jadi dobel.

Dia ragu sekitar tiga puluh detik. Lalu dia membuka Binance, dan membeli semuanya—delapan ratus USDT yang tersisa di akunnya—dengan harga pasar.

0.0335, tereksekusi.

Setelah beli, justru dia tidak bisa tidur. Setiap dua menit dia menyegarkan harga. 0.034, 0.035, 0.037. Naiknya pelan, tapi arahnya benar. Dia berguling, menyuruh dirinya jangan lihat lagi, tidurlah.

Keesokan siangnya saat bangun, dia pertama-tama meraba ponselnya.

0.041.

Detak jantungnya makin cepat. Dia menyegarkan lagi. 0.043.

Sampai jam tiga sore, MUBARAK sudah di 0.046. Di grup mulai ada yang meneriakkan target 0.1. Tangan Aji gemetar—bukan karena takut, melainkan karena dia menghitung: kalau tembus 0.1, delapan ratus itu akan jadi hampir dua puluh ribu.

Dua puluh ribu. Gaji tiga bulan.

0.047, 0.048. Harga mulai mendatar (sideways). Suara di grup terbelah menjadi dua kubu: satu bilang jangan bergerak, satu lagi bilang cepat kabur. Aji menatap layar, keringat mengucur di dahinya. Dia teringat kejadian di FORM dulu—naiknya bagus-bagus, lalu tiba-tiba satu candle merah besar menguburnya.

Jangan serakah lagi.

0.04785, dia menekan jual. Semua keluar habis (clear).

Masuk 1132 USDT.

Dia menatap angka itu cukup lama. Tidak ada kegirangan, tidak ada euforia berlebihan—hanya rasa tenang dan mantap yang sangat sunyi. Delapan ratus jadi seribu seratus dua puluh—tidak banyak, tapi kali ini dia yang menang.

Malam harinya, MUBARAK masih melonjak sampai 0.049, hampir menyentuh 0.05. Saat Aji melihatnya, dia hanya tersenyum—tanpa penyesalan.

Dia tahu, di pasar seperti ini, orang yang bisa membawa uang pergi—itu saja sudah berarti menang atas kebanyakan orang.

#MUBARAK #合约交易 #Binance Square