📰 Strategy kembali bertindak. Dalam periode 14 hingga 20 September, perusahaan membeli 950 BTC senilai sekitar 75,70 juta dolar AS, dengan harga rata-rata per koin sekitar 79.67 ribu dolar AS. Setelah penambahan tersebut, jumlah kepemilikan mencapai 846 ribu BTC, dengan total biaya historis sekitar 63,8 miliar dolar AS, dan harga rata-rata keseluruhan sekitar 75.416 ribu dolar AS.

🔥 Namun kali ini bukan hanya membeli koin—di sisi lain, perusahaan juga melakukan buyback saham preferen STRC senilai 174 juta dolar AS, dengan total pembelian kembali sebanyak 1,771,238 saham. Jujur saja, nilai buyback ini lebih besar daripada dana yang digunakan untuk membeli BTC, jadi langkahnya memang cukup berbobot.

💡 Strategy memasukkan buyback STRC ke dalam strategi modal kredit digital. Saat ini, rencana buyback tersebut masih menyisakan plafon sebesar 87,51 juta dolar AS. Artinya, perusahaan tidak sekadar bertaruh pada kenaikan harga Bitcoin, melainkan juga mengelola kepemilikan, pendanaan, dan pengaturan saham preferen secara bersamaan.

Sebenarnya, dari sisi pembukuan, per 20 September perusahaan masih memegang aset senilai 6,09 miliar dolar AS. Tidak disangka, sambil terus menambah posisi BTC, Strategy juga terus melakukan pembelian kembali saham preferennya sendiri. Kombinasi langkah ini akan seperti apa dampaknya pada penilaian pasar terhadap perusahaan tersebut?

🤔 Menurutmu, Strategy kali ini lebih memprioritaskan terus mengoleksi BTC, atau lebih mementingkan buyback STRC?

#BTC #Strategy #STRC #比特币 tshama