📰 Undang-Undang “Clarity Act” AS gagal lolos dengan selisih 11 suara, sementara The Fed kembali menaikkan target suku bunga menjadi 3,75%—4%, dan 12 anggota komite menyetujui semuanya. Dua kabar ini datang di hari yang sama, tetapi pasar kripto justru tidak menunjukkan pelemahan yang jelas—itulah poin utamanya.

🔥 Sebenarnya penyebabnya tidak rumit: undang-undang itu memang gagal, dan banyak orang sudah memprediksikannya sejak awal; kenaikan suku bunga pun bukan kejutan mendadak. Berita buruk sudah “diantisipasi” sehingga ketika benar-benar dieksekusi, pihak yang ingin menjual mungkin sudah menjual lebih dulu. Pasar masih bisa bertahan bukan berarti tidak akan koreksi ke depan, tetapi setidaknya menunjukkan bahwa daya beli lebih kuat dari perkiraan.

💡 Perubahan lainnya datang dari SEC. Setelah RUU gagal, SEC langsung meluncurkan pengecualian inovasi yang memungkinkan saham tokenisasi diperdagangkan di AMM dan DEX. Jalan di Kongres sempat terhambat, tetapi otoritas regulator justru mendorong dengan cara lain—akibatnya, tokenisasi saham bisa jadi lebih cepat masuk ke tahap perdagangan nyata.

👀 Dana juga mulai menilai kembali proyek-proyek yang punya produk dan pengguna. Misalnya NEAR mengumumkan “niat rahasia” (confidential intent) sudah memproses lebih dari $30 miliar transaksi lintas-chain, dengan TVL mencapai $70 juta. Jujur saja, jika pasar tidak lagi hanya menatap blue-chip dan Meme, proyek lapisan menengah yang benar-benar punya data penggunaan mungkin akan membuka lebih banyak peluang.

🤔 Namun, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sudah menembus 5%, dan tekanan akibat suku bunga tinggi belum hilang. Menurut Anda, ini konfirmasi pasar bullish, atau hanya rebound sementara setelah kabar buruk benar-benar terjadi?

#加密市场 #美联储 #股票代币化 #DeFi