🇺🇸🤖 Trump ingin membangun “AI Force” — dan mengatakan AI bisa menjadi 25% ekonomi AS.
Presiden Donald Trump telah mengumumkan rencana untuk membentuk “AI Force” baru, yang ditiru dari Space Force, saat Amerika Serikat mendorong lebih jauh persaingan kecerdasan buatan global.
Ia juga mengatakan akan mengangkat seorang “AI Czar” untuk mengawasi upaya tersebut. Belum ada rincian yang diumumkan tentang siapa yang akan mendapat jabatan itu atau bagaimana kekuatan baru tersebut akan beroperasi secara tepat.
Trump memperjelas posisinya soal pertumbuhan AI:
“Kami sama sekali tidak akan menghambat atau mengekang Pertumbuhan industri yang luar biasa ini.”
Sebagai gantinya, ia mengatakan AS harus mendukung, melindungi, dan memantau industri tersebut saat berkembang.
Di saat yang sama, Trump mengatakan pemerintah akan mencari penggunaan AI yang “BURUK” dan mengandalkan sistem peradilan pidana serta perdata yang sudah ada untuk menangani pelanggaran.
Lalu muncul prediksi ekonomi yang jauh lebih besar.
Trump menggambarkan AI sebagai “Revolusi Industri berikutnya” dan mengatakan AI pada akhirnya bisa mewakili hingga 25% PDB AS.
Itu klaim yang sangat besar — dan menunjukkan betapa pentingnya AI dalam percakapan ekonomi dan strategi di AS.
Pengumuman ini datang di tengah meningkatnya perdebatan soal keselamatan AI, dengan sejumlah pemimpin teknologi dan peneliti yang menyerukan kehati-hatian yang lebih besar, sementara pemerintahan Trump terus menekankan pengembangan yang cepat dan persaingan dengan Tiongkok.
Untuk saat ini, satu hal yang jelas:
Washington tidak lagi memperlakukan AI sebagai sekadar sektor teknologi lain.
Pertanyaan yang lebih besar adalah seperti apa sebenarnya AI Force yang diusulkan ini — dan seberapa besar kekuatan yang dimiliki AI Czar yang baru.
Perlombaan AI baru saja memasuki babak lain. 🇺🇸🤖
Presiden Donald Trump telah mengumumkan rencana untuk membentuk “AI Force” baru, yang ditiru dari Space Force, saat Amerika Serikat mendorong lebih jauh persaingan kecerdasan buatan global.
Ia juga mengatakan akan mengangkat seorang “AI Czar” untuk mengawasi upaya tersebut. Belum ada rincian yang diumumkan tentang siapa yang akan mendapat jabatan itu atau bagaimana kekuatan baru tersebut akan beroperasi secara tepat.
Trump memperjelas posisinya soal pertumbuhan AI:
“Kami sama sekali tidak akan menghambat atau mengekang Pertumbuhan industri yang luar biasa ini.”
Sebagai gantinya, ia mengatakan AS harus mendukung, melindungi, dan memantau industri tersebut saat berkembang.
Di saat yang sama, Trump mengatakan pemerintah akan mencari penggunaan AI yang “BURUK” dan mengandalkan sistem peradilan pidana serta perdata yang sudah ada untuk menangani pelanggaran.
Lalu muncul prediksi ekonomi yang jauh lebih besar.
Trump menggambarkan AI sebagai “Revolusi Industri berikutnya” dan mengatakan AI pada akhirnya bisa mewakili hingga 25% PDB AS.
Itu klaim yang sangat besar — dan menunjukkan betapa pentingnya AI dalam percakapan ekonomi dan strategi di AS.
Pengumuman ini datang di tengah meningkatnya perdebatan soal keselamatan AI, dengan sejumlah pemimpin teknologi dan peneliti yang menyerukan kehati-hatian yang lebih besar, sementara pemerintahan Trump terus menekankan pengembangan yang cepat dan persaingan dengan Tiongkok.
Untuk saat ini, satu hal yang jelas:
Washington tidak lagi memperlakukan AI sebagai sekadar sektor teknologi lain.
Pertanyaan yang lebih besar adalah seperti apa sebenarnya AI Force yang diusulkan ini — dan seberapa besar kekuatan yang dimiliki AI Czar yang baru.
Perlombaan AI baru saja memasuki babak lain. 🇺🇸🤖


