Seorang peretas yang sama berhasil membongkar dua proyek bintang “AI+Blockchain” berturut-turut: 8,7 juta FET dicuri, 408,5 juta NTX dicetak begitu saja
Fetch.ai (FET) dan NuNet (NTX)—dua proyek kripto yang mengusung bendera AI—pada 20 September dibobol berturut-turut oleh penyerang yang sama, dengan total menggasak sekitar 2 juta dolar AS. Tebusan terparah terjadi pada NuNet: penyerang bukan sekadar mencuri, melainkan langsung mencetak 408,5 juta token NTX secara “tanpa asal-usul”. Setelah itu, dilakukan dump dan cash-out, harga NTX pun anjlok 65% hanya dalam sehari.
Mari uraikan rangkaian serangannya. Langkah pertama, penyerang mencuri 8,7 juta FET dari kontrak terkait Fetch.ai; langkah kedua, memanfaatkan celah di NuNet, penyerang memberi dirinya sendiri cetakan 408,5 juta NTX. Lalu, sebagian besar aset yang didapat ditukar menjadi 546 ETH (senilai sekitar 1,4 juta dolar AS berdasarkan harga saat ini) dan ditarik. Dua proyek, satu penyerang, dan kombinasi “curi+print” yang sama—jelas ini aksi yang terencana, bukan sekadar ambil untung.
Bagian yang paling fatal di sini adalah kata “mencetak (minting)”. Mencuri berarti mengambil uang yang sudah ada di dompetmu, totalnya tidak bertambah; sedangkan mencetak berarti menerbitkan tumpukan koin baru secara instan, seolah menyuntikkan “air” ke dalam kolam likuiditas—mendilusi nilai yang dimiliki setiap pemegang. Itulah sebab asli NTX bisa turun 65% dalam sehari: bukan karena kepanikan tebas-ke-sana-sini, melainkan guncangan pasokan yang nyata dan tidak bisa dibatalkan. Fetch.ai dan NuNet sama-sama wajah lama dalam narasi “AI + komputasi terdesentralisasi”. Kontrak pintar proyek seperti ini umumnya kompleks dan interaksi lintas-chain banyak—itulah jenis yang paling luas permukaan serangnya.
Pendapat saya: dalam dua tahun terakhir, koin dengan narasi AI terus menjadi “kode akses” arus masuk di pasar kripto. Tapi semakin panas narasinya, semakin sering juga peretas jadi sasaran empuk. Kali ini dua proyek langsung tumbang berturut-turut, menunjukkan bahwa investasi pada audit keamanan untuk proyek sejenis jauh tidak secepat laju pembesaran nilai pasarnya. Bagi pemegang biasa, daripada terpaku pada dongeng konsep AI, lebih baik dulu mengecek sudah berapa putaran kontrak proyek tersebut di-audit.
Pertanyaannya: menurut Anda, “AI+Blockchain” adalah peluang besar gelombang berikutnya, atau area berisiko tinggi yang dijadikan mesin ATM oleh para hacker? Diskusikan di kolom komentar.
Setiap hari menemani Anda mengikuti sorotan kripto Bukan hanya melihat berita apa yang terjadi Lebih membawa Anda memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
🤖 AI 板块动态群里更新
Fetch.ai (FET) dan NuNet (NTX)—dua proyek kripto yang mengusung bendera AI—pada 20 September dibobol berturut-turut oleh penyerang yang sama, dengan total menggasak sekitar 2 juta dolar AS. Tebusan terparah terjadi pada NuNet: penyerang bukan sekadar mencuri, melainkan langsung mencetak 408,5 juta token NTX secara “tanpa asal-usul”. Setelah itu, dilakukan dump dan cash-out, harga NTX pun anjlok 65% hanya dalam sehari.
Mari uraikan rangkaian serangannya. Langkah pertama, penyerang mencuri 8,7 juta FET dari kontrak terkait Fetch.ai; langkah kedua, memanfaatkan celah di NuNet, penyerang memberi dirinya sendiri cetakan 408,5 juta NTX. Lalu, sebagian besar aset yang didapat ditukar menjadi 546 ETH (senilai sekitar 1,4 juta dolar AS berdasarkan harga saat ini) dan ditarik. Dua proyek, satu penyerang, dan kombinasi “curi+print” yang sama—jelas ini aksi yang terencana, bukan sekadar ambil untung.
Bagian yang paling fatal di sini adalah kata “mencetak (minting)”. Mencuri berarti mengambil uang yang sudah ada di dompetmu, totalnya tidak bertambah; sedangkan mencetak berarti menerbitkan tumpukan koin baru secara instan, seolah menyuntikkan “air” ke dalam kolam likuiditas—mendilusi nilai yang dimiliki setiap pemegang. Itulah sebab asli NTX bisa turun 65% dalam sehari: bukan karena kepanikan tebas-ke-sana-sini, melainkan guncangan pasokan yang nyata dan tidak bisa dibatalkan. Fetch.ai dan NuNet sama-sama wajah lama dalam narasi “AI + komputasi terdesentralisasi”. Kontrak pintar proyek seperti ini umumnya kompleks dan interaksi lintas-chain banyak—itulah jenis yang paling luas permukaan serangnya.
Pendapat saya: dalam dua tahun terakhir, koin dengan narasi AI terus menjadi “kode akses” arus masuk di pasar kripto. Tapi semakin panas narasinya, semakin sering juga peretas jadi sasaran empuk. Kali ini dua proyek langsung tumbang berturut-turut, menunjukkan bahwa investasi pada audit keamanan untuk proyek sejenis jauh tidak secepat laju pembesaran nilai pasarnya. Bagi pemegang biasa, daripada terpaku pada dongeng konsep AI, lebih baik dulu mengecek sudah berapa putaran kontrak proyek tersebut di-audit.
Pertanyaannya: menurut Anda, “AI+Blockchain” adalah peluang besar gelombang berikutnya, atau area berisiko tinggi yang dijadikan mesin ATM oleh para hacker? Diskusikan di kolom komentar.
Setiap hari menemani Anda mengikuti sorotan kripto Bukan hanya melihat berita apa yang terjadi Lebih membawa Anda memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
🤖 AI 板块动态群里更新
