Pasar prediksi diserang dari dua arah: satu sisi pencurian kartu debit senilai 10 juta dolar, sisi lain taruhan senilai 12,7 juta dolar diselidiki

Polymarket—pasar prediksi terdesentralisasi yang meledak popularitas berkat “bertaruh pada peristiwa dunia nyata”—sedang menjalani minggu tersulit sejak namanya dikenal. Di AS, sebuah skema penipuan dengan dugaan upaya pencurian kartu debit senilai setidaknya 10 juta dolar datang menghantam; sementara di Korea Selatan, polisi menindaklanjuti penyelidikan atas nilai taruhan sekitar 12,7 juta dolar. Satu platform, dua front, sama-sama jadi sasaran.

Pertama, lihat AS. Menurut media kripto Cryptoadventure, versi AS Polymarket mengalami upaya penipuan pada awal tahun ini dengan nilai yang diduga minimal 10 juta dolar. Pelaku menggunakan informasi kartu debit yang dicuri untuk mengisi saldo dan memasang taruhan, dengan harapan “uang kotor” bisa dicuci menjadi chip yang bersih lewat pasar prediksi. Pasar prediksi cepat dalam penyelesaian, menggunakan USDC untuk pembayaran, dan tidak memerlukan verifikasi identitas—hal ini secara alami menjadikannya ladang yang subur untuk pencucian uang.

Kedua, lihat Korea. Pada 20 September, sejumlah media melaporkan bahwa polisi Korea telah membuka penyelidikan pidana atas nilai taruhan Polymarket sekitar 12,7 juta dolar. Detail yang paling ironis adalah ini: Polymarket mengklaim “non-custodial, terdesentralisasi”, bahkan platform sendiri pun tidak memegang identitas pengguna. Namun polisi Korea sama sekali tidak bergantung pada kerja sama platform—mereka langsung menggunakan catatan blockchain yang terbuka dan data intelijen sumber terbuka untuk mencocokkan setiap dompet anonim dengan orang-orang di dunia nyata.

Pendapat saya: “anonim” yang terdesentralisasi, di blockchain pada dasarnya adalah “semi-anonim”. Setiap taruhan meninggalkan jejak permanen; aparat penegak hukum bisa menelusuri jejak di rantai, lebih jelas daripada memeriksa mutasi rekening bank. Semakin Polymarket meledak dalam beberapa tahun terakhir, semakin dekat pula “pisau” regulasi. Korea tengah mendorong pengawasan berbasis stablecoin dan tokenisasi hingga 2027—platform “tanpa izin” seperti Polymarket, jelas akan menjadi salah satu target pertama yang dikencangkan.

Pertanyaannya: menurutmu, pasar prediksi adalah “masa depan terdesentralisasi”, atau “zona abu-abu” dalam pandangan pengawas? Mari diskusikan di kolom komentar.

Setiap hari, aku membawamu memantau sorotan kripto—bukan cuma lihat berita apa yang terjadi, tapi bantu memahami logika dan peluang di baliknya 👀🚀
⚖️ 监管动态进群跟进